Berita

Politik

Komitmen Pemerintah Dan Kepercayaan Publik Kunci Sukses BPJS

MINGGU, 09 OKTOBER 2016 | 20:48 WIB | LAPORAN:

Masih banyak hal harus dilakukan pemerintah dalam hal pengawalan program jaminan sosial. Komitmen pemerintah dan kepercayaan publik (public trust) menjadi kunci keberhasilan jaminan sosial yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Hal itu disampaikan praktisi jaminan sosial Abdul Latif Algaff, dalam seminar BPJS sebagai pendorong kesejahteraan masyarakat dalam era globalisasi di kampus Universitas 17 Agustus, Surabaya pada Sabtu kemarin (8/10).

Seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa dan akademisi ini merupakan bentuk edukasi di kalangan kampus sebagai kelompok strategis di masyarakat.


Menurut Latif, jaminan sosial, sebagai instrumen negara mengatasi kegagalan pasar (market failure) telah berkiprah lebih 100 tahun lebih sejak diintrodusir kanselir Jerman Otto von Bismarck pada 1880-an. Bahkan Amerika Serikat  menetapkan UU Jaminan Sosial tahun 1935 ketika Presiden Roosevelt mengatasi resesi besar tahun 1930-an. Kemudian, Inggris berhasil memelopori rezim negara kesejahteraan (welfare state) dengan fondasi program jaminan sosial pada 1940-an.

Meskipun Indonesia relatif terlambat melaksanakan program jaminan sosial secara universal karena baru mengamandemen UUD 1945 pasal 34 ayat 2 pada 2002, UU 40/2004 tentang SJSN dan UU 24/2011 tentang BPJS, Indonesia berpeluang besar untuk mengejar ketinggalan jika pemerintah tetap menjaga komitmen dan BPJS berhasil membangun public trust.

"Program jaminan sosial jelas merupakan tanggung jawab pemerintah melindungi warganya," ujarnya.

Saat ini, kata Latif, masyarakat mulai sadar pentingnya program jaminan sosial yang terdiri dari lima program yakni jaminan kesehatan oleh BPJS Kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan. Secara nyata, kebutuhan jaminan sosial juga akan meningkat dalam era globalisasi karena meningkatnya ketidakpastian.

Dia menambahkan, masih banyak harus dilakukan pemerintah dalam hal pengawalan program jaminan sosial, yakni penguatan regulasi, penegakan hukum bagi pemberi kerja yang tidak compliance, meningkatkan kapasitas administratif badan penyelenggara, monitoring atas kualitas pelayanan, menjaga financial sustainability.

Menurut Latif, dengan jumlah penduduk 250 juta dan angkatan kerja mencapai 130 juta, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menghadapi tantangan berat dalam akuisisi kepesertaan, karena jumlah peserta BPJS Kesehatan tercatat 167 juta orang dan peserta BPJS Ketenagakerjaan masih 20,1 juta pekerja. Karena itu dibutuhkan edukasi berkelanjutan dan masif sehingga dapat menyentuh kalangan yang luas.

"BPJS harus dapat mengoptimalkan bonus demografi yang dinikmati Indonesia yang akan terjadi hingga 15 tahun ke depan. Agar seluruh penduduk menjadi peserta BPJS Kesehatan dan seluruh pekerja bergabung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," pungkasnya. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya