Berita

Net

Politik

Panglima TNI: Revolusi Mental Jadikan Manusia Berintegritas

MINGGU, 09 OKTOBER 2016 | 19:27 WIB | LAPORAN:

Praktek revolisi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan mempunyai semangat gotong royong.

Demikian amanat PanglimaTNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Komandan Sekolah Komando (Dansesko)TNI Letjen TNI Agus Sutomo pada acara Hari Dharma Karya Dhika yang disaksikan langsung melalui aplikasi Zoom seluruh lapas di Indonesia dengan tema 'Sehari Bersama Mereka', bertempat di lapangan Lapas Cipinang, Jakarta (Minggu, 9/10).

Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan kepada warga binaan Lapas Kelas I Cipinang bahwa revolusi mental merupakan gerakan seluruh rakyat Indonesia bersama pemerintah untuk memperbaiki karakter bangsa yang menjadikan Indonesia lebih maju, makmur dan baik. Serta pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.


"Dengan ini bangsa kita akan bisa berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Oleh sebab itu dibutuhkan sikap prilaku secara individu bagi warga negara Indonesia tanpa terkecuali siapapun. Menjadi warga negara yang displin, taat kepada hukum, mempunyai prilaku yang positif dan produktif, mempunyai rasa toleransi kepada sesama dan selalu berbuat positif," jelasnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa manusia dilahirkan dengan kondisi yang sama tetapi dengan berlakunya waktu diberikan dan fasilitas yang sama tetapi di tengah jalan ada perbedaan-perbedaan. Padahal sebetulnya sudah jelas mana hal positif dan mana yang negatif. Oleh sebab itu, manusia harus pada posisi dan selalu berdiri tegak pada hal-hal yang positif.

"Sebagai mahkluk Allah SWT kita diciptakan sebagai mahkluk sosial. Artinya kita harus selalu berinteraksi sosial dengan lingkungan kita. Mari kita bangun interaksi sosial yang positif, hindari interaksi sosial yang negatif," ujarnya.

Panglima TNI juga memberikan motivasi yang diharapkan di kemudian hari masyarakat semua menjadi warga negara taat hukum, disiplin dan terus membangun persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia yang baik.

"Mari bersama-sama dalam menghadapi kehidupan kita tidak boleh pesimis, pemudaran atau penurunan nilai-nilai kehidupan, dan melemahkan etos kerja serta militansi. Pada akhirnya berpikir pendek mencari jalan pintas yang melakukan hal-hal melanggar hukum atau merugikan orang lain," tandas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya