Berita

Politik

Kebijakan Hukuman Mati Lebih Condong Aspek Politis

MINGGU, 09 OKTOBER 2016 | 16:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah mengeksekusi mati 18 terpidana meski belum genap berjalan dua tahun. Kebijakan yang disebut sebagai perang melawan narkotika itu dilakukan karena Jokowi menganggap hukuman mati obat paling efektif dalam menanggulangi tingginya kejahatan itu di Indonesia.

Melalui hukuman mati, diharapkan ada efek jera bagi pelaku kejahatan narkotika.

"Sialnya, data kuantitatif tentang korban kejahatan narkotika yang digunakan Presiden Jokowi ternyata bukan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, melainkan statistik yang bersifat asumtif dan spekulatif," ujar Kepala Advokasi Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) Totok Yulianto dalam diskusi 'Evaluasi Publik Terhadap Kebijakan Pemerintah Jokowi Terkait Penghormatan atas Hak Hidup dan Hukuman Mati' di Kantor YLBHI, Jalan Dipobegoro, Jakarta (Minggu, 9/10).


Dia menambahkan, kebijakan hukuman mati justru lebih condong pada aspek politis untuk mendulang dukungan dari masyarakat, daripada upaya pemberantasan narkoba. Terlebih, masyarakat sudah terlanjur marah dan apatis terhadap situasi penegakan hukum di Indonesia.

"Apalagi kalau dibumbui dengan data yang hanya bersifat bombastis, namun tidak akurat," tandas Totok. [wah]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya