Berita

Denny JA/Net

Politik

Denny JA: Isu Agama Bisa Kalahkan Ahok

MINGGU, 09 OKTOBER 2016 | 05:49 WIB

. ‎ Jumlah pemilih muslim di DKI sekitar 85- 90 persen. Dengan sendirinya, siapa yang paling mampu mengelola pemilih Muslim akan menang pilkada DKI.

Demikian disampaikan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA. Denny JA membuka data mengejutkan bahwa bila pasangan Ahok-Djarot head to head dengan Anies atau Agus, maka Ahok pasti kalah.

"Walau seluruh pemilih non Muslim memilih Ahok, jumlahnya hanya 10-15 persen, dan tak pernah cukup untuk memenangkan Ahok," kata Denny JA beberapa saat lalu (Minggu, 9/10).‎ 


Dan justru, sambung Denny JA, di pemilih muslim ini Ahok sedang bermasalah. Dukungan pemilih non Muslim padanya di atas 75 persen. Namun dukungan pemilih Muslim padanya terus merosot, dan kini di bawah 35 persen. 

"Pemilih Muslim yang tak ingin gubernur non-Muslim meningkat dari 40 persen pada Maret 2016 naik menjadi ke 55 persen pada September 2016). Hukum besinya: semakin banyak pemilih Muslim tak ingin Ahok, semakin ia tumbang," jelas Denny JA.  

Survei ini, jelas Denny JA, dilakukan pada 28 September-02 Oktober 2016, dengan total responden berjumlah 440 responden melalui wawancara tatap muka. ‎Riset dilakukan dengan metode multi-stage random sampling.Margin of Error plus minus 4,8 persen.  

"Survei ini dibiayai dengan dana sendiri. Riset dilengkapi pula dengan kualitatif riset focus group discussion, media analisis, dandepth interview," kata Denny.‎ 

Tentu saja, tambah Denny, Ahok tetap mampu bangkit untuk kembali memperoleh dukungan pemilih Muslim yang cukup untuk kemenangannya. Waktu masih tersedia empat bulan.  Namun bisa juga terjadi sebaliknya. Mobilisasi sentimen anti Ahok di kalangan pemilih Muslim meluas. Telebih lagi terjadi dua peristiwa belakangan ini. 

Pertama, terbitnya himbauan resmi ketua umum MUI, KH Ma'ruf Amin, agar pemilih Muslim memilih pemimpin Muslim. Ketua MUI juga adalah pemimpin tertinggi ormas NU (Rois Aam), ormas terbesar di Indonesia. Ini ormas yang sebenarnya dikenal sangat moderat untuk ukuran Islam politik. 

Kedua, blunder Ahok mengutip surat Al Maidah di kepulauan seribu. Terlepas salah atau tidaknya cara Ahok mengutip, gerakan sentimen anti Ahok agaknya memperoleh momentum terbesarnya. 

Denny menjelaskan, politik identitas berbasis agama, etnis, gender yang dimobilisasi juga terjadi dalam pilpres Amerika Serikat saat ini. Pendukung Hillary memobilisasi etnik Hispanik, Latino, Muslim, wanita untuk kalahkan Donal Trump. Di Jakarta, hal serupa berlaku. Politik identitas dimobilisasi karena fungsional untuk mengalahkan Ahok.  

"Kita prihatin atas situasi ini. Namun suka atau tidak, mobilisasi politik identitas hal yang lazim, dan dibolehkan oleh aturan demokrasi modern. Batasannya sejauh ia tidak masuk wilayah kriminal‎," demikian Denny JA. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya