Berita

Basuki "Ahok" Purnama/net

Politik

Kredibilitas Jokowi Pun Terancam Karena Ulah Ahok

SABTU, 08 OKTOBER 2016 | 07:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama atau Ahok, tampak betul-betul tidak menyadari bahwa apa yang dia sampaikan terkait aqidah dan iman Islam telah melecehkan, melukai dan melanggar aturan hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Hal itu dikatakan pendiri Negarawan Center, Johan O. Silalahi, setelah ia menyaksikan dan mencermati video rekaman di mana Ahok menyebut-nyebut ayat Al Quran dalam tatap muka dengan masyarakat Kabupaten Kepulauan Seribu yang kemudian menjadi kontroversi sengit di tengah publik.

"Artinya, Saudara Ahok termasuk dalam tingkat paling dasar dari klasifikasi manusia, yaitu tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Ini menjadi cermin dan pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia ke depan bahwa reformasi yang telah berjalan selama ini sudah melenceng dan kebablasan," kata Johan dalam pesan elektronik yang disebarkannya.


Dia menegaskan, karena ulah Ahok itu pula kredibilitas pemerintah atau kepercayaan publik kepada Presiden Joko Widodo dan para elite di negara ini ikut dipertaruhkan.

"Seperti yang sudah saya sampaikan sebagai masukan bagi Presiden Jokowi dan seluruh elite pemimpin saat ini, karena selama ini Presiden Jokowi secara terang-terangan menunjukkan keberpihakan dan dukungannya pada Ahok," lanjutnya.

Dia berharap para Menko dan Menteri sebagai pembantu Presiden Jokowi akan segera memberikan saran dan masukan kepada Presiden Jokowi untuk selalu waspada dan bisa menjaga wibawa dan kehormatannya sebagai pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya bagi kelompok tertentu apalagi bagi para pendukungnya saja. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya