Berita

Ahok/Net

Politik

Umat Islam Harus Cermat Tidak Terburu-buru Memvonis Ahok

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 10:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dugaan terjadinya tindak pidana penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam suatu acara di Kepulauan Seribu beberapa hari lalu, telah menimbulkan emosi yang meluas di masyarakat.

Direktur The Indonesian Reform Institute, Syahrul Efendi Dasopang mengatakan tentu saja emosi semacam itu wajar adanya.

"Namun, hendaknya masyarakat cermat untuk mencerna lebih jernih makna isi perkataan Ahok yang sudah menjadi viral tersebut," ujar Syahrul, Jumat (7/10).


Inilah isi pernyataan Ahok yang diduga melecehkan Islam. "Bapak Ibu nggak bisa memilih saya. dibohongi pake surah Al-Maidah 51 dan macem-macem itu. Itu hak Bapak Ibu. Ya, jika Bapak Ibu perasaan tidak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya, ya nggak apa-apa? Karena inikan panggilan pribadi Bapak Ibu. Program ini jalan saja. Jadi, Bapak Ibu nggak usah merasa nggak enak dalam nuraninya enggak bisa memilih Ahok".

Menurut Syahrul, dari isi perkataan Ahok itu dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, Ahok sadar bahwa tengah terjadi kampanye negatif menyerang dirinya sebagai non muslim yang tentu merugikan elektabilitasnya dengan menggunakan surah Al-Maidah 51.

"Berarti bisa jadi dia sudah baca ayat Al-Qur'an itu," ungkap Syahrul.

Kedua, tampak dari pernyataannya itu sebenarnya Ahok justru bersikap fair. Kira-kira Ahok ingin katakan 'hak Bapak Ibu untuk tidak memilih saya. meskipun dilancarkan kampanye negatif terhadap saya dengan menggunakan ayat Al-Qur'an, tidak masalah, yang penting program pemerintah jalan'.

Sebenarnya, jelas Syahrul, yang paling perlu diperhatikan oleh masyarakat saat ini yaitu jangan terburu-buru terpancing sebelum memeriksa duduk masalah.

Dalam situasi persaingan politik yang sengit sekarang ini, tambah dia, justru banyak pihak yang berusaha mengeksploitir kemarahan umat Islam untuk keuntungan politik di pihaknya. Umat Islam harus dapat lebih peka dan aware soal eksploitasi ini supaya tidak terjerumus sia-sia.

"Terakhir, biarkan proses hukum berlangsung. Dan kepada Ahok, hendaknya Anda tidak menyentuh hal-hal yang sensitif dan sakral bagi kami umat Islam seperti ayat Al-Qur'an, kecuali Anda telah meyakini dan menguasai pengertiannya," demikian Syahrul. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya