Berita

Politik

Komnas HAM: Jangan Terprovokasi Omongan Ahok

JUMAT, 07 OKTOBER 2016 | 08:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gubernur Jakarta, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama sebaiknya segera memint maaf kepada publik atas ucapannnya yang dinilai melecehkan ayat suci Alquran.

Ahok juga harus berjanji tidak akan mengulangi lagi kata dan laku  yang cacat nalar kemanusiaan tersebut di masa mendatang. Sementara publik untuk tidak terprovokasi dengan kasus ini.

"Publik yang merasa tidak nyaman dengan peristiwa ini sebaiknya menempuh cara yang elegan melalui mekanisme hukum yang tersedia, misalnya dengan mengajukan yang bersangkutan ke proses hukum untuk dimintai pertanggungjawaban atas kata dan lakunya," ujar komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution melalu siaran pers diterima redaksi, Jumat (7/10).


Kemudian kepada pihak berwajib, Maneger mengingatkan, untuk menangani persoalan ini sesegera mungkin, sebelum terlambat, agar tidak lagi mematik keresahan publik yang lebih besar.

"Semakin cepat direspon dan diselesaikan oleh kepolisian tentu semakin baik," imbuhnya.

Maneger melanjutkan, salah satu nilai paling elementer dalam HAM itu adalah sikap resfek. Seorang pejabat publik seyogyanya bisa merasa dan menghormati perasaan dan apalagi keyakinan orang lain.

"Penghormatan terhadap keyakinan orang lain adalah kasta tertinggi dalam HAM," tegasnya.

Terpenting pula, menurut dia, negara hadir, utamanya pihak kepolisian untuk memastikan bahwa hal serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya