Berita

Politik

Dewan Pakar PA GMNI Gelar Seminar Untuk Beri Isi Ditetapkannya Hari Lahir Pancasila

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 18:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejak Bung Karno digulingkan lewat TAP MPRS No.XXXIII Tahun 1967, Pancasila didistorsi dan dimanipulasi.

Selain itu, rezim Orde Baru memberi karpet merah masuknya kapitalisme global yang dimulai dari UU 1/ 1967 tentang Penanaman Modal Asing. Dampak dari penanaman modal asing ini, termasuk dalam kontrak karya Freeport, masih dirasakan hingga hari ini.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Ahmad Basarah, terkait dengan diskusi publik dengan topik "Aktualisasi Pancasila pada Era Globalisasi dalam Perspektif Ekonomi." Diskusi ini digelar oleh Dewan Pakar PA GMNI di Gedung CCM, Cikini Raya, Jakarta Pusat (Kamis, 6/10)


Dialog ini menghadirkan pembicara seperti Ketua Dewan Pertimbangan Presiden,  Prof. Dr. Sri Adiningsih; Pengamat Ekonomi UGM, Dr. Revrisond Baswir dan Mantan Direktur Pajak Penghasilan (PPH) Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Dr. Petrus Tambunan. Seminar ini dihadiri ratusan alumni GMNI, Presidium GMNI dan masyarakat luas.

"Seminar ini ditujukan untuk memberi isi atas ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila lewat Keppres No.24 tahun 2016. Tatanan masyarakat Pancasila diyakini dapat diwujudkan dengan Jalan Trisakti yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan," kata Basarah.

Indonesia, tegas Basarah, perlu kembali ke Pancasila dimana dalam Pidato 1 Juni khususnya ketika Bung Karno menjelaskan sila internasionalisme atau peri kemanusiaan. Bung Karno menegaskan bahwa Indonesia  ingin bergaul dengan bangsa-bangsa di dunia. Yaitu pergaulan yang saling hormat menghormati dan saling menguntungkan.

"Begitu juga dalam sila kesejahteraan sosial, tegas dikatakan tidak boleh ada kemiskinan dalam Indonesia merdeka. Sehingga, untuk mewujudkan tatanan masyarakat Pancasila itu,  sudah waktunya bangsa Indonesia menjadikan Trisakti sebagai pedoman," ungkap Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pakar Alumni GMNI, Theo Sambuaga, mengatakan bahwa seminar ini dilaksanakan dalam upaya PA GMNI memberi sumbangsih dan solusi terhadap ancaman dan tantangan globalisasi yang sudah terjadi beberapa dekade lalu.

Sementara, Sri Adiningsih dalam paparannya mengatakan sejujurnya banyak pihak yang tidak mengerti Nawacita. Implementasi Nawacita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum sudah on the track. Kesejahteraaan masyarakat meningkat. Meskipun masih ada kekurangan tetapi masyarakat ada optimisme.

Revrisond  Baswir menuturkan ekonomi terpimpin sudah diamanatkan Pasal 33 UUD 1945 yakni frase "perekonomian disusun". Terpimpin tidak harus orang yang otoriter tetapi oleh nilai-nilai misalnya "mewujudkan keadilan, gotong royong dan azas kekeluargaan".

"Tantangan hari ini adalah Kapitalisme bermetamorfosis tidak lagi mementingkan negara bangsa. Hari ini sektor keuangan tidak lagi berhubungan dengan sektor riil. Orang mencari uang dengan uang. Sehingga tidak menetes ke bawah," jelasnya.

Petrus Tambunan mengatakan kepercayaa masyarakat sangat tinggi pada pemerintahan sekarang sehingga RUU Tax Amnesty disahkan. Bahkan dapat dikatakan progress hasil Tax Amnesty terbesar adalah Indonesia. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya