Berita

Suku Nababan/net

Politik

Sukur Nababan Tidak Percaya Ahok Singgung SARA

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 15:59 WIB | LAPORAN:

PDI Perjuangan meyakini bahwa masyarakat DKI Jakarta tidak akan mudah mempercayai kampanye negatif yang menjelek-jelekkan atau mendiskreditkan pasangan petahana yang diusungnya untuk Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Demikian dikatakan Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan, kepada Kantor Berita Politik RMOL (Kamis, 6/10) menyikapi rumor-rumor bernuansa sentimen suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang berkembang belakangan ini dengan target mendiskerditkan Ahok.

"Dalam pertarungan di Pilkada, cara-cara bertarung  seperti itu tidak sejalan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila. Menjatuhkan lawan dengan mengusung isu SARA itu tidak berlaku, tetapi selalu digunakan untuk menjatuhkan lawan, " kata Sukur yang juga anggota Komisi VI DPR RI.


Dia mengajak semua pihak yang berkompetisi di Pilkada Jakarta untuk menggunakan isu-isu elegan dan mendidik. Pertarungan menuju puncak kekuasaan di ibu kota negara ini seharusnya berlangsung dalam ide dan gagasan.

"Kalau bicara Jakarta tentunya kita melihat prestasi. Artinya Ahok-Djarot  sudah teruji dalam membangun kota Jakarta. Jadi kalau mau bertarung ya lebih baik bertarung dalam ide dan gagasan, bukan malah mengedepankan kampanye negatif untuk menjatuhkan lawan dengan cara  yang tak elok juga," ujar Sukur.

Bagaimana Sukur menanggapi kabar bahwa Ahok menyinggung isu SARA dalam sebuah kesempatan di Kabupaten Kepulauan Seribu? Dia menduga pernyataan Ahok dipelesetkan atau dipelintir pihak lawan.

"Saya yakin, tidak pernah Ahok bicarakan suku dan agama, termasuk bicara rasis. Tapi lawan bisa saja melakukan apapun untuk mendiskreditkannya. Tapi kami yakin, masyarakat Jakarta tidak bodoh. Kalau cara-cara seperti itu masih dipakai untuk menjatuhkan Ahok, mereka akan ditinggalkan," demikian Sukur.

Video Ahok menyinggung ayat suci Al Quran beredar luas lewat Youtube dan menjadi viral di media sosial. Dalam video pernyataannya dalam sebuah kesempatan di Kepulauan Seribu, sang petahana mengungkit soal isi surat Al Maidah 51. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya