Berita

Foto/Net

Bisnis

Layanan Dwelling Time Bagus Hanya Saat Pejabat Kunjungan

Menteri Luhut Lakukan Pengawasan Diam-diam
KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Otoritas layanan bongkar muat (dwelling time) di beberapa pelabuhan mencoba main kucing-kucingan. Mereka menunjukkan layanan bagus saat dikunjungi pejabat, tetapi kembali buruk saat tidak ada pengawasan.
 
Jajaran kabinet kerja telah melakukan kunjungan ke se­jumlah pelabuhan memantau layanan dwelling time. Hasilnya, cukup memuaskan. Namun, banyak yang mengeluhkan, layanan berubah lagi ketika tak ada kunjungan pejabat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengaku mengetahui hal tersebut. Makanya, dirinya melakukan pengawasan secara diam-diam.


"Saya nggak mau kayak begitu (dwelling time bagus hanya ketika dikunjungi). Sekarang saya kirim orang saja (untuk awasi-red), seperti kemarin di Pelabuhan Belawan. Jadi nggak usah ngomong-ngomong lagi," ujar Luhut seperti dikutip media online, kemarin.

Langkah tersebut diambil Luhut karena dirinya ingin mendapatkan laporan sesungguhnya.

Menurut Luhut, pengawasan secara diam-diam dilakukan dalam rangka pengawasan, den­gan tujuan agar layanan bagus dwelling time berjalan dengan konsisten. Bukan hanya saat ada kunjungan pejabat.

Soal layanan dwelling time di Tanjung Priok, Luhut mengungkapkan, upaya memang­kas waktu bongkar muat terus dilakukan pihaknya. Antara lain, dengan mensinergikan pengelolaan peti kemas dengan pelabuhan darat milik swasta.

Pihaknya akan memaksimal­kan pelabuhan darat (dry port) di Cikarang yang dikelola PT Jababeka. "Tadi malam, (mana­jemen) Jababeka ke saya. Dry port mereka di Cikarang bisa mengakomodasi 2 juta sampai 10 juta TEUs," katanya.

Bukan perkara sulit, lanjut Luhut, sinergi bisa dilakukan lantaran Pelabuhan Tanjung Priok dan Dry Port Cikarang sudah terkoneksi dengan kereta. Dengan luas lahan hingga 200 hektare, peti kemas hingga 2 juta TEUs bisa tertampung. Bahkan bisa dikembangkan hingga 10 juta TEUs. Selain dengan Jababeka, pengelolaan Pelabu­han Tanjung Priok juga akan disinergikan dengan pihak lain di Tangerang dengan membuka fasilitas dry port serupa.

"Kita mau bikin 1 dry port lagi di sebelah barat, di Tangerang. Kalau masing-masing bisa 10 juta TEUs, sekarang Priok itu 5 juta TEUs, tentu kita bisa men­capai 30 juta TEUs dalam 5-6 tahun ke depan," katanya.

Dengan instrumen ini diharap­kannya daya tampung peti kemas yang masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok bisa lebih besar lagi. Sebab jika mengandalkan Dray Port Tanjung Priok yang hanya berkapasitas 5 juta TEUs, saat kapasitas penuh, petikemas yang baru datang tidak bisa diproses perizinannya lantaran harus menunggu proses bong­kar muat peti kemas yang lebih dahulu datang.

Dengan sinergi ini, bila Dry Port Tanjung Priok penuh, peti kemas yang baru masuk bisa dialihkan ke dry port di Cikarang dan Tangerang. Se­hingga proses perizinan bisa tetap dilakukan dan membuat proses bongkar muat lebih cepat. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya