Sejumlah kalangan mewanti-wanti munculnya lembaga survei abal-abal di pilkada serentak tahun depan. Keberadaan lembaga survei tak jelas ini bisa menimbulkan hal negatif.
Demikian warning Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di Jakarta, kemarin.
Menurut Hasto, keberadaan sejumlah lembaga survei di satu sisi membantu dalam pilkada. Tapi, terkadang lembaga survei bisa menimbulkan kerancuan, bahkan tak jarang memicu konfÂlik ketika hasilnya berbeda denÂgan fakta di lapangan.
"Kredibilitas lembaga-lembaga survei akan dipertaruhÂkan pada saat pelaksanaan pilkada serentak 2017 nanti," kata Hasto.
Hasto menyebutkan, laporan hasil kerja lembaga survei yang dipublikasikan belum tentu akuÂrat. Sebagai bukti paling jelas adalah ketika Pilgub DKI Jakarta 2012, dimana mayoritas menyaÂtakan pasangan Jokowi-Ahok akan kalah. Padahal, faktanya, pasangan itu justru menang.
Bagi Hasto, dari berbagai pengalaman politiknya, memang ada lembaga survei dipesan untuk mengeluarkan hasil kerja dengan tujuan mengarahkan opini. Kerja itu akan dimulai dengan cara membangun metodÂologi penelitian mereka.
"Merancang hasil survei seÂsuai keinginan pemesan bukan sulit bagi mereka, tapi itu salah," ujarnya.
Sebagai petinggi parpol nasional, Hasto mengakui kerap kali disodori ide-ide demikian dari para pelaku lembaga survei itu sendiri.
"Kita belajar dari pengalaÂman, bahwa ada lembaga survei yang memang hanya digunakan untuk mengklaim kemenanÂgan. Seringkali manipulasi diÂlakukan dengan membocorkan data tempat dimana responden akan diperoleh sesuai keinginan jawaban yang diharapkan," ungkapnya.
Karenanya, lembaga survei saat ini sedang menghadapi ujian berat dalam mempertahankan kredibilitas mereka sebagai Lembaga yang objektif dlam menyampaikan hasil survei. "Makanya kredibilitas lembaga survei dipertaruhkan benar di ajang pilkada ini," tegasnya.
PDIP sendiri selalu mementingkan kejujuran, dan lebih mengandalkan kekuatan mesin partainya untuk memenangkan pertarungan di pilkada.
"Kami lebih mementingkan kekuatan mesin partai bersama rakyat di lapangan. Survei hanya kami jadikan alat untuk meÂmantau kondisi di lapangan," pungkasnya.
Anies-Sandiaga Gaet Tiga Lembaga Survei
Pasangan bakal calon Gubernur-calon Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Unobakal menggandeng tiÂga lembaga survei. Sekretaris tim kampanye Anies-Sandiaga, Syarif menyampaikan, lembaga survei yang ditunjuk itu segera turun ke lapangan untuk melakuÂkan survei.
Menurutnya, tim Anies-Sandiaga menggandeng lembaga survei untuk mencari referensi atau rujukan guna memperkuat strategi dalam meningkatkan elektabilitas Anies-Sandiaga.
"Mungkin minggu-minggu depan sudah ada ya (lembaga survei). Tapi kami pastikan kalau lembaga survei ini kredibel dan memiliki catatan, rekam jejak yang baik," ujar Syarif di Posko pemenangan Anies-Sandiaga, Menteng, Jakarta, kemarin.
Syarif menambahkan, ketiga lembaga survei itu tidak akan mengeluarkan hasil survei berÂbarengan. Pihaknya akan memÂbagi berdasarkan tahapan.
Tahapan pertama akan diÂlakukan ketika kampanye berÂlangsung, sedangkan survei seÂlanjutnya dilakukan pada tahap pencoblosan.
"Mengangkat elektabilitas itu kan dengan melakukan survei, melihat keinginan masyarakat seperti apa juga nelalui survei. Tapi sekali lagi, survei bukan buku suci atau pedoman," ujar Syarif. ***