Berita

Denny JA/Net

Politik

Denny JA Luruskan Kesalahpahaman Soal Isu SARA Dan Diskriminasi

KAMIS, 06 OKTOBER 2016 | 08:54 WIB | LAPORAN:

. Menulis SARA sejauh sesuai dengan prinsip hak asasi manusia tentu saja tak dilarang. Melarang hal ini justru sama dengan melanggar hak asasi manusia (HAM).

Demikian disampaikan penggagas gerakan Indonesia Tanpa Diskriminasi yang juga pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA. Denny JA perlu menjelaskan hal ini sebab ada kesalahpahaman terkait dengan persoalan SARA dab diskrmininasi.

"SARA yang dilarang itu yang hate-speech, fitnah, dan aneka hal yang menjadi bagian hukum kriminal. Namun SARA dimana suku hispanik mengimbau kepada sesama suku hispanik di Amerika agar tidak memilih Trump, itu bagian dari kebebasan berpendapat dan hak asasi. Melarang itu melanggar hak asasi," jelas Denny JA dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 6/10).


Masih di Amerika Serikat, sambung Denny JA, muslim mengimbau sesama muslim agar tak memilih Donald Trump sebab memiliki sentimen anti-Islam yang kuat. Imbauan warga yang beragama Islam ini tentu saja bagian dari bagian hak asasi.

"keduanya, imbauan suku hispanik maupun muslim, dibolehkan dan terus berjalan di Amerika Serikat," ungkap Denny JA.

Menurut Denny JA, diskriminasi yang tidak boleh adalah campur tangan pemerintah yang membedakan hak warga hanya karena identitasnya. Namun kelompok sosial, seperti Koalisi Kristen yang mengimbau member-nya agar memilih George Bush karena lebih mewakili nilai kristiani, itu juga bagian dari hak asasi.

"Christian coalition dibolehkan berkampanye berdasarkan basis agamanya. Itu bagian dari kebebasan berpendapat. Ini yang perlu jernih dipahami. Koreksi saya jika salah," demikian Denny JA. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya