Berita

Politik

Sejumlah Tokoh Nasional Hadiri Kongres Gerakan Beli Indonesia

RABU, 05 OKTOBER 2016 | 21:16 WIB | LAPORAN:

Gerakan Beli Indonesia mengkampanyekan kebangkitan nasional dalam membangun karakter keberpihakan terhadap produk-produk Indonesia.

Dalam acara Kongres Beli Indonesia pada mulai Senin (3/1) sampai hari ini (Rabu, 5/10) dimaksudkan untuk membangun sebuah gerakan yang memiliki semangat keberpihakan.

Ketua Gerakan Beli Indonesia, Happy Trenggono, menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai rekomendasi secara kultural dan struktural dalam membangun Indonesia untuk bersama sama dalam mensejahterakan bangsa Indonesia.


"Kita ingin ada kesadaran dan kebangkitan nasional jilid kedua dalam memajukan ekonomi, budaya dan politik," ujarnya di Gedung SMESCO UKM Jakarta.

Ia memaparkan, perlu ada perubahan sudut pandang pada diri masyarakat Indonesia secara nasional. Untuk menerapkan Gerakan Beli Indonesia, seperti yang terjadi di kabupaten Kulon Progo - Yogyakarta misalnya, dimana antara pemerintah daerah dan masyarakat memiliki satu kesatuan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Warga memproduksi beras Kulon Progo dan dikonsumsi oleh rakyat Kulon Progo. Begitu juga mereka membuat toko milik rakyat berbasis koperasi yang mampu melayani kebutuhan masyarakat.

"Gerakan seperti di Kulon Progo itulah yang disebut Gerakan Beli Indonesia yang harus di sosialisasikan ke darah lain," ucapnya.

Acara penutupan Kongres Beli Indonesia ini dihadiri oleh para tokoh - tokoh Nasional seperti mantan Ketua DPR Marzuki Alie, Guruh Soekarnoputra, Anies Baswedan, Achmad Riawan Amin, dan mantan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno.

Dalam acara ini juga diselingi dengan pemberian Award kepada kepala daerah yang memilki insiatif dalam pembangunnan dearah, kemudian intitusi atau komunitas dan individu yang memiliki kontribusi terhadap kemandirian ekonomi.

Marzuki Alie mengatakan perlunya mendorong gerakan cinta  produk - produk Indonesia melalui pendidikan. Ia menyakini dengan pendidikan akan dengan mudah menyadarkan masyarakat untuk bela Indonesia.

"Sikap dan karakter terhadap beli Indonesia sudah saatnya disosialisasikan di pondok pesantren dan lembaga lembaga pendidikan," demikian Marzuki. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya