Gerakan Beli Indonesia mengkampanyekan kebangkitan nasional dalam membangun karakter keberpihakan terhadap produk-produk Indonesia.
Dalam acara Kongres Beli Indonesia pada mulai Senin (3/1) sampai hari ini (Rabu, 5/10) dimaksudkan untuk membangun sebuah gerakan yang memiliki semangat keberpihakan.
Ketua Gerakan Beli Indonesia, Happy Trenggono, menjelaskan pihaknya menyiapkan berbagai rekomendasi secara kultural dan struktural dalam membangun Indonesia untuk bersama sama dalam mensejahterakan bangsa Indonesia.
"Kita ingin ada kesadaran dan kebangkitan nasional jilid kedua dalam memajukan ekonomi, budaya dan politik," ujarnya di Gedung SMESCO UKM Jakarta.
Ia memaparkan, perlu ada perubahan sudut pandang pada diri masyarakat Indonesia secara nasional. Untuk menerapkan Gerakan Beli Indonesia, seperti yang terjadi di kabupaten Kulon Progo - Yogyakarta misalnya, dimana antara pemerintah daerah dan masyarakat memiliki satu kesatuan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.
Warga memproduksi beras Kulon Progo dan dikonsumsi oleh rakyat Kulon Progo. Begitu juga mereka membuat toko milik rakyat berbasis koperasi yang mampu melayani kebutuhan masyarakat.
"Gerakan seperti di Kulon Progo itulah yang disebut Gerakan Beli Indonesia yang harus di sosialisasikan ke darah lain," ucapnya.
Acara penutupan Kongres Beli Indonesia ini dihadiri oleh para tokoh - tokoh Nasional seperti mantan Ketua DPR Marzuki Alie, Guruh Soekarnoputra, Anies Baswedan, Achmad Riawan Amin, dan mantan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno.
Dalam acara ini juga diselingi dengan pemberian Award kepada kepala daerah yang memilki insiatif dalam pembangunnan dearah, kemudian intitusi atau komunitas dan individu yang memiliki kontribusi terhadap kemandirian ekonomi.
Marzuki Alie mengatakan perlunya mendorong gerakan cinta produk - produk Indonesia melalui pendidikan. Ia menyakini dengan pendidikan akan dengan mudah menyadarkan masyarakat untuk bela Indonesia.
"Sikap dan karakter terhadap beli Indonesia sudah saatnya disosialisasikan di pondok pesantren dan lembaga lembaga pendidikan," demikian Marzuki.
[zul]