Berita

ilustrasi

Nusantara

Pemerintah Harus Atur Penggunaan Simbol Pendidikan Di Luar Sekolah

RABU, 05 OKTOBER 2016 | 18:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penggunaan seragam sekolah di Kafe Basecamp, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, terus mendapat kritikan keras. Pasalnya, hal itu tidak pantas dan sangat tidak layak sehingga sama saja melecehkan institusi pendidikan.

"Apalagi kafe tersebut memberikan bir gratis kepada pelajar yang mengenakan seragam. Ini harus dihentikan," pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Mohammad Abduhzen, saat dihubungi, Rabu (5/10).

Menurut Abduhzen trik pemasaran kafe dengan mengenakan seragam sekolah dan menyasar kalangan pelajar tidak cocok dengan budaya Indonesia. Karena hal itu sama saja mengajak kalangan generasi muda untuk melakukan hal-hal yang di larang oleh agama maupun peraturan yang ada.


Untuk itu, dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengusut tuntas keberadaan kafe tersebut yang telah meresahkan kalangan pelajar di sana.

"Tapi kalau seragam pelayan kafe hanya mirip tidak masalah. Yang menjadi masalah kalau (seragamnya) sama persis termasuk logo yang dikenakan,” saran dia.

Lebih lanjut kata Abduhzen, pemerintah agar tidak mudah percaya dengan alasan pemilik kafe yang berkilah seragam yang dikenakan oleh pelayan kafe untuk trik dagang karena hal tersebut bisa berdampak kurang baik bagi anak sekolah.  "Khawatirnya anak sekolah lebih banyak di kafe daripada di sekolah," kritiknya.

Selain itu, dia meminta Kemendiknas membuat aturan yang tegas terkait penggunaan simbol-simbol sekolah termasuk penggunaan di tempat umum atau di luar pendidikan. Jangan sampai hal-hal yang berbau pendidikan disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak sebagaimana mestinya. "Terlebih untuk hal-hal yang dilarang," tutupnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Tanjungpinang Riono menyaksikan sendiri event "Back to School Party" tema yang diangkat cafe Basecamp pada Minggu dini hari kemarin.

"Saya masuk sendiri, lihat kasirnya berseragam SD dan berlambang SD. Sebab itu saya mencari penanggung jawab cafe karena berdasarkan laporannya ada 'free beer', tapi itu disangkal penanggung jawab cafe tersebut," ungkap Riono.

Riono mengaku telah memberikan sanksi teguran agar hal tersebut tidak terulang kembali. Jika terulang, Pemkot Tanjungpinang akan bertindak lebih tegas. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya