Berita

Foto: Dokumentasi

Ketua MPR Dukung Kegiatan Pra Temu BEM Nusantara

RABU, 05 OKTOBER 2016 | 17:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mendukung dan mengapresiasi kegiatan Pra Temu BEM Nusantara ke X yang diselenggarakan di Unversitas Trisakti Jakarta pada pertengahan November mendatang. Dalam pra temu BEM Nusantara ini Zulkifli Hasan akan menyampaikan pidato kunci.

"Insya Allah saya hadir dan akan menyampaikan pidato kunci," kata Zulkifli Hasan ketika menerima panitia Pra Temu BEM Nusantara di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III Lantai 9 Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).

Ketua Panitia Pra Temu BEM Nusantara, M. Elfiansyah Alaydrus mengungkapkan BEM Nusantara adalah aliansi wadah Badan Eksekutif Mahasiswa di seluruh Indonesia. Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi BEM Nusantara serta mengawal kedaulatan bangsa dan NKRI akan diselenggarakan Pra Temu BEM Nusantara pada 11 -13 Nopember 2016 di Universitas Trisakti.


"Pra temu BEM Nusantara ini sudah 10 kali diselenggarakan. Dan pra temu ini adalah yang ketiga diadakan di Universitas Trisakti," kata Elfiansyah.

Tema Pra Temu BEM Nusantara ke X ini adalah "Peran Mahasiswa dalam Mengawal Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Bidang Ekonomi, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, Sosial Budaya dan Politik."

Dalam pertemuan itu, Panitia Pra Temu BEM Nusantara dari Universitas Trisakti ini meminta Ketua MPR untuk menjadi keynote speaker. Kepada panitia, Zulkifli Hasan menyatakan kesediaannya.

Secara sepintas Zulkifli menjelaskan inti yang akan disampaikan pada acara Pra Temu BEM Nusantara nanti. "Urut-urutannya seperti yang dikatakan Bung Karno. Pertama, kita harus merdeka. Kemerdekaan adalah jembatan emas. Kemerdekaan untuk mempersatukan NKRI. Kenapa bersatu? Karena untuk berdaulat. Kalau berdaulat maka bisa berlaku adil. Kalau sudah berlaku adil maka keadilan sosial sudah tercapai," paparnya.

"Apakah sekarang kita sudah berdaulat? Beras, gula, garam, kita masih impor. Di bidang pangan kita belum berdaulat karena itu pasti tidak bisa berlaku adil. Karena itu ada mafia pangan," lanjutnya.

"Maka terjadi kesenjangan. Yang kaya akan semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Kita semakin jauh dari cita-cita bangsa. Itulah akan saya sampaikan nanti," ucap Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Zulkifli Hasan menerima Korps HMI Wati (Kohati) PB HMI yang dipimpin Sekretaris Umum Naila Fitria. Dalam pertemuan itu, Kohati mengajak MPR bekerjasama dan bersinergi dalam program yang berkaitan dengan persoalan kepemudaan, perempuan, umat dan bangsa.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menganjurkan Kohati PB HMI untuk mengadakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI baik di tingkat pusat maupun provinsi. "Sosialisasi ini penting untuk kalangan mahasiswa. Apalagi nilai-nilai luhur semakin memudar," ucap Zulkifli Hasan. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya