Berita

Ilustrasi/Net

Politik

RESHUFFLE KABINET

Partainya Zulhas Pede Diminta Masukan Jokowi

RABU, 05 OKTOBER 2016 | 16:44 WIB | LAPORAN:

Kabarnya, reshuffle kabinet jilid III akan terjadi dalam waktu dekat ini. Ada beberapa menteri digeser dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dikabarkan pengunduran diri. Menteri BUMN Rini Soemarno katanya juga akan digeser ke Kepala Badan Penerimaan Negara, dan Menaker Hanif Dhakir akan dicopot.

Bagi Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinetnya. Dia bahkan mendesak Jokowi untuk segera melakukan itu.

"Silahkan aja Jokowi reshuffle asal untuk menaikkan kinerja pemerintah. Jangan, isu ditahan. Kalau memang ada reshufle jangan jadi isu publik yang terlalu lama. Kan akan ganggu kinerja antar kementrian lembaga. Ga ada kepastian. Jadi kalau Jokowi dah firm, cari orang yang tepat, kalau ada pergeseran silahkan aja. PAN menghormati apa yang dilakukan presiden," katanya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).


Diketahui PAN, dan Partai Golkar merupakan partai yang belum lama ini bergabung dengan koalisi partai pendukung pemerintah. Namun, pada reshuffle kabinet jilid II, hanya Partai Golkar yang diberi posisi menteri. Salah satu kader Partai Golkar Airlangga Hartarto dipilih Jokowi sebagai Menteri Perindustrian, PAN gigit jari.

Nah, apakah Jokowi sudah mengajak partai yang dipimpin oleh Ketum Zulkifli Hasan tersebut terkait perombakan kabinet?

"Sampai saat ini belum ya," jawabnya.

Tapi, Yandri yakin bahwa nantinya mantan Walikota Solo itu akan meminta pertimbangan semua partai koalisi pemerintah, termasuk PAN.

"Kalau ambil kebijakan penting apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak mungkin Jokowi akan ajak partai koalisi untuk beri masukan. Tapi akhirnya kan sebatas masukan, yang ambil kebijakan akhir presiden. Kita ga ikut campur tapi kalau diajak berembuk PAN siap diajak duduk bersama," tandasnya. [sam]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya