Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
Menurutnya, jika Partai Golkar menempatkan pria yang sempat tersandung kasus "Papa minta saham" itu sebagai Ketua DPR, maka tentu akan sulit diterima oleh masyarakat luas.
"Wacana ini tidak diterima oleh rakyat, kenapa ini bukan persoalan dibersihkan namanya oleh MKD, tapi dia mengundurkan diri pada saat dia menjadi ketua DPR waktu itu, karena dia merasa masyarakat tidak mendukungnya," ujarnya ketika ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10).
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17
Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21
Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19
Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45
Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15