Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono tak membantah tren elektabilitas pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat merosot sebagaimana hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Ia maklum karena mesin partainya belum bergerak.
"Mesin partai belum dipanaskan, jadi belum bergerak," kata Gembong, Rabu (5/10).
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta berpendapat penurunan elektabilitas tersebut hanya sesaat karena warga Jakarta masih euforia atas munculnya calon lain yang di luar dugaan.
"Kalau mesin partai sudah bergerak kencang, kami yakin elektabilitas Ahok kembali melejit di atas 50 persen. Tunggu saja," ujar Gembong seperti dimuat
RMOLJakarta.Com.
Hasil survei LSI yang dipaparkan kemarin (Selasa, 4/9), menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok-Djarot menurun. Bila Pilkada DKI dilakukan saat ini, pasangan itu hanya mampu meraih 31,4 persen suara.
Adapun pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni masing-masing meraih 21,1 persen dan 19,3 persen suara.
[wid]