Berita

Foto/Net

Politik

Kemendagri: 10 Juta Orang Belum Rekam e-KTP

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 15:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendapatkan data sebanyak 10 juta jiwa masyarakat Indonesia belum merekam data Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau electronic-KTP (e-KTP).

Direktur Jenderal Kepndudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan per tanggal 30 September 2016 terdapat sebanyak lima juta perekaman baru.

Menurut Zudan, saat ini secara perhitungan nasional perekaman data e-KTP sudah mencapai angka 92-93 persen.


"Alhamdulillah ada peningkatan signifikan. Sisa perekaman, per 30 September kemarin dapat 5 juta perekaman baru. Sekarang wajib rekam dan belum rekam, tinggal 10 juta. Ini sudah mencapai 92-93 persen secara nasional," ungkap dia di Jakarta, Selasa (4/10).

Zudan menambahkan, dari yang merekam data tersebut, ada sebanyak 170 ribu yang memiliki data ganda.

Sementara itu, terkait dengan pembatalan pemangkasan anggaran untuk kebutuhan e-KTP, saat ini Kemendagri akan memprioritaskan untuk kebutuhan pencetakan blangko sebanyak 17 juta. Sehingga kebutuhan blangko e-KTP menurut Zudan tercukupi.

"Dana kemendagri sekarang sudah dibuka oleh Kemenkeu, kami akan gunakan buat beli blanko e-KTP sebanyak 17 juta. Cukup untuk penuhi yang 10 juta belum merekam. Mudah-mudahan tahun ini selesai," harap Zudan.

Disamping itu, lanjut Zudan seperti rilis Humas Puspen Kemendagri, terkait akte kelahiran, target nasional yakni sebesar 77,5 persen untuk tahun ini juga sudah terpenuhi.

"Target nasional untuk Desember sudah tercapai di bulan Agustus. Tahun ini kan targetnya 77,5 persen. Itu sudah terpenuhi. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih tercapai lagi," tukasnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya