Berita

Foto/Humas MPR

Tax Amnesty Momentum Terbaik Menggerakan Perekonomian Bangsa

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 14:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa program tax amnesty sejauh ini mendapatkan respon baik dari berbagai kalangan masyarakat terutama sasaran utama tax amnesty baik di dalam dan luar negeri.

"Tax amnesty adalah soal trust atau kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya. Ini adalah momentum yang sangat bagus, rakyat percaya kepada pemerintah. Ini terbukti banyak rakyat baik secara individu maupun badan berbondong-bondong ikut tax amnesty berbagai wilayah Indonesia," ujarnya, usai menerima audiensi pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/10).

Diutarakan Zulkifli, program tax amnesty dan kepercayaan rakyat kepada pemerintah ini patut diapresiasi. Diharapkan hal tersebut ini bisa jadikan momentum terbaik untuk menggerakan perekonomian bangsa ke arah yang lebih baik dan segera mungkin mendekatkan bangsa ini kepada cita-cita bersama yakni kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.


"Kalau kita cermati laporan-laporan kekayaan dari peserta program tax amnesty itu 'liquid' semua dari mulai piutang, surat berharga, aset, stock. Saya kira program tahap kedua akan lebih baik lagi respon dan partisipasi rakyat dan akan lebih banyak lagi target sasaran tax amnesty yang ikut. Nah kalau kepercayaan ini terus dijaga oleh pemerintah, tahun besok akan beralih kepada investasi semua di dalam negeri dan ini efek dominonya sangat baik untuk menggerakan ekonomi rakyat," katanya.

Zulkifli berharap, program tax amnesty yang pada awalnya banyak diragukan berbagai pihak, yang ternyata terbukti berhasil dan menjadi kejutan banyak pihak ini bisa menjadi titik tolak bagi kemajuan perekonomian Indonesia. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya