Berita

Foto: Dok

Bisnis

GEBYAR YOGYAKARTA

Pasar Beringharjo Go International

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 12:15 WIB | LAPORAN:

Pasar Beringharjo memastikan diri untuk 'Go International' sebagai destinasi utama wisata di Yogyakarta dengan target wisatawan asing.

Beringharjo akan mengembalikan dirinya sebagai Eender Mooiste Passers (Markten) Op Java yaitu predikat sebagai pasar terindah di Pulau Jawa yang pernah disandangnya pada masa lampau. Dengan langkah ini diharapkan juga, pendapatan para pedagang tradisional yang berada di situ meningkat.
 
Demikian ditegaskan Kepala UPT Bisnis Beringharjo, Gunawan Nugroho Utomo dalam keterangannya, Selasa (4/10).


Pernyataan tersebut menyusul ditandanganinya kerjasama pembuatan Promotion Plan dan Komunikasi Publik 'Beringharjo Untuk Go International' antara  Pusat Perbelanjaan Beringharjo yang diwakili oleh Gunawan Nugroho Utomo dan Antoni Nugroho serta AM Putut Prabantoro dari Avocado - Media Corner (Omah Media).
 
Menurut Gunawan, langkah ini merupakan lompatan Beringharjo dalam menghidupkan pasar yang tidak hanya sebagai tempat memenuhi kebutuhan keseharian, tetapi terlebih juga sebagai destinasi wisata. Konsekuensi dari program Pasar Beringharjo 'Go International', pengelola akan menata pasar lebih indah lagi dan layak jual agar target mendatangkan wisatawan luar negeri ke pasar tersebut tercapai.
 
"Kami mengawali program ini dengan kembali ke sejarah dan riset bangunan pasar secara mendetail. Program yang dilaksanakan adalah persiapan pementasan ketoprak dengan judul Babad Beringharjo. Judul ini dipilih sebagai bagian terpenting tradisi oral dan pertunjukan dalam membangun citra Beringharjo sebagai destinasi wisata," ujarnya.
 
Selain itu juga pihaknya telah merencanakan berbagai program yang akan dilaksanakan. Pementasan ketoprak Babad Beringharjo merupakan salah satu seni pertunjukkan dan berbagai pertunjukan yang sifatnya rutin dengan melibatkan berbagai sanggar masyarakat di Yogya.

Pengelola juga akan melibatkan masyarakat dalam memperindah bangunan dalam seperti lomba melukis interior dengan thema yang sudah ditetapkan panitia.
 
Pusat Perbelanjaan Beringharjo, demikian ditambahkan Gunawan, juga merencanakan pembuatan buku tentang Beringharjo dengan judul 'Beringharjo Nafas Yogyakarta (The Breath of Yogyakarta)' yang dibuat berdasarkan riset, survei serta wawancara para pelaku sejarah.

Buku itu yang dibuat dalam waktu satu tahun itu akan melibatkan masyarakat pedagang, perguruan tinggi, sekolah SMA, saksi sejarah dan juga wartawan. Trilingga Yanmottama Amd. dari Pengelola Pusat Perbelanjaan Beringharjo ditunjuk sebagai ketua Tim Penyusunan buku.
 
Pasar Beringharjo awalnya adalah sebuah hutan beringin yang terkesan angker. Sejalan dengan berdirinya Kraton Jogyakarta pada 1756, tempat itu  kemudian berkembang menjadi tempat jual beli tradisional.  Nama Beringharjo muncul pada saat bertahtanya Sultan Hamengkubuwono VIII pada 24 Maret 1925. Nama itu diberikan secara resmi kepada pasar tradisional tersebut dengan harapan bahwa hutan beringin tersebut (beringin) akan mampu memberi kesejahteraan kepada warga Yogyakarta (harjo).
 
Pasar ini memiliki arti penting dalam posisi keterhubungan dengan Tugu dan terletak di jalan utama dan berada satu garis lurus dengan tugu. Dulunya jalan utama Beringharjo - Tugu yang sekarang disebut Jalan Malioboro merupakan jalan dua arah. Oleh sebab itu, jalan di depan pasar Beringharjo ke arah Tugu dinamai Margotomo dan jalan di depan toko Terang Bulan menuju Titik Nol (seberang Beringharjo)  disebut Margomulyo. Nama-nama jalan tersebut memiliki makna filosofi bagi kehidupan manusia.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya