Berita

Foto/Kemenlu

Politik

Universitas Jember Siap Dukung Kiprah Kemenlu Di Internasional

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 08:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peran aktif diplomasi Indonesia di dunia internasional sangat penting untuk memperjuangkan kepentingan dan memagari kesatuan bangsa Indonesia. Diplomasi yang membumi atau down to earth akan sangat dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat Indonesia.

Hal tersebut mengemuka dalam forum diskusi mengenai "Diplomasi Indonesia: Pengalaman Diplomat" antara Kementerian Luar Negeri RI dengan Universitas Jember yang digelar di Universitas Jember, Kota Jember, Jawa Timur, Senin (3/10).

Forum dihadiri oleh sekitar 170 civitas akademika yang terdiri dari staf pengajar dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember. Sebagai narasumber Forum tersebut adalah lima orang peserta pendidikan dan latihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri RI (Sesdilu) angkatan ke-57 Kementerian Luar Negeri RI, yaitu Ahmad Syofian, Dini Apliana, Enjay Diana, I Gusti Agung Ayu Ratih Astary, dan Landry Haryo Subianto.


Dekan FISIP Universitas Jember Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA menyambut baik penyelenggaraan forum sebagai wahana dialog antara civitas akademika dengan para diplomat Indonesia. Ditambahkan bahwa kehadiran para diplomat Indonesia di Universitas Jember diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk berkiprah dalam dunia diplomasi.

"Universitas Jember siap bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk penelitian di tingkat nasional dan juga kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri," kata Prof. Dr. Hary Yuswadi, MA.

Para narasumber menyampaikan perkembangan kebijakan luar negeri RI yang dititikberatkan antara lain pada diplomasi ekonomi dan perlindungan warga Indonesia di luar negeri. Selain itu, mereka juga berbagi pengalamannya dalam bertugas sebagai diplomat dan menyampaikan peran diplomasi Indonesia di fora internasional.

Menurut Landry Haryo Subianto yang pernah bertugas di KBRI London, tantangan yang dihadapi sangat besar seiring dengan perkembangan era globaliasi. Diplomat Indonesia harus siap bekerja apa saja, kapan dan di mana saja dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

Direktur Sesdilu Dr. Nana Yuliana yang hadir dalam forum menyampaikan apresiasi tinggi atas besarnya antusiasme para mahasiswa dalam mengikuti perkembangan kebijakan luar negeri dan peran diplomasi Indonesia di fora internasional, seperti di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selain ke Universitas, kunjungan para peserta Sesdilu ke Jember adalah untuk bertemu dengan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dalam menggali potensi ekonomi Jember di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi. Melalui kunjungan ini para diplomat siap memasarkan Jember di manca negara sebagai bagian dari diplomasi ekonomi. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya