Berita

Agus Yudhoyono/Net

Politik

PILKADA DKI 2017

Ahok Belum Berani Colek Agus Yudhoyono

SELASA, 04 OKTOBER 2016 | 00:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perang urat saraf telah dilayangkan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada hampir semua bakal calon gubernur dan wakil gubernur menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Mulai cagub Anies Baswedan yang dibalas Ahok lantaran mempermasalahkan jasa pembersihan sungai di ibu kota, menyebut cawagub Sandiaga Uno sebagai pengemplang pajak, hingga cawagub Sylviana Murni yang disebut bergerak kampanye diam-diam.

"Tapi Ahok belum colek-colek Agus Harimurti Yudhoyono, kalau yang lain sudah dikritisi oleh‎ Ahok termasuk Bu Sylvi. Nah, ada apa ini," ujar pengamat politik Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedaikopi) Hendri Satrio saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (3/10) .


Menurutnya, Agus Yudhoyono selama ini memang masih terbilang diam. Bakal Cagub usungan Partai Demokrat itu bahkan belum memaparkan program untuk DKI Jakarta lima tahun ke depan. Namun, kedua hal itulah yang menurut Hendri membuat Agus disegani oleh lawan-lawannya, termasuk Ahok sebagai petahana.

"Justru kelebihannya dia belum terlalu dikenal oleh publik, sehingga publik bertanya-tanya siapa sosok Agus Yudhoyono ini. Kalau soal program dari Mas Agus saya rasa seperti program SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) plus-plus. Plus-plus karena ada figur leadership Agus yang berpadu dengan pengalaman SBY jadi presiden dan masukan dari Sylvi sebagai birokrat ulung Jakarta," jelas Hendri.

Atas alasan itu, Hendri bahkan berani memprediksi bahwa dalam konstelasi politik di Pilkada DKI yang akan menjadi musuh bersama bukanlah Ahok melainkan Agus Yudhoyono.

"Bila saja nanti dia (Agus) lolos ke putaran kedua, bukan sekadar kejutan nanti yang dihadirkan. Bisa-bisa saja Jakarta punya gubernur baru," pungkas akademisi Universitas Paramadina tersebut. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya