Berita

Bisnis

Pertamina Akan Terus Jadi Medan Tempur Dua Klan

SENIN, 03 OKTOBER 2016 | 15:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, tidak dapat memberi jawaban memuaskan ketika wartawan dari sebuah media cetak nasional menanyakan aktivitas Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina terkait suplai minyak dari PT Glencore Indonesia.

Dalam wawancara yang diterbitkan hari ini, Sudirman hanya mengatakan sudah tidak mempunyai akses lagi di ESDM. Dia malah mengatakan paling tidak ada tiga manfaat Petral ditutup dan ISC dihidupkan.

"Padahal, dulu dia mengatakan bahwa pembubaran Petral adalah untuk memotong mata rantai suplai dan langsung ke NOC (perusahaan minyak nasional), tidak usah ke trader lagi. Tetapi sekarang dia membelanya dengan menyatakan 'trader besar'," kata Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, kepada wartawan.


Yusri mengatakan, Sudirman bisa jadi lupa soal adanya temuan audit forensik dari lembaga Kordamentha, bahwa trader besar yang dia sebutkan itu masuk dalam obyek temuan atas dugaan penyimpangan oleh pihak ketiga. Seharusnya Sudirman Said sangat mengatahui soal minyak Sarir dari Libya punya potensi bermasalah, terkait temuan BPK RI pada periode audit 2006 dan 2008, serta adanya rekomendasi kilang bahwa mengolah minyak "Sarir" tidak efisien.

"Setelah dia (Sudirman) dicopot dari Senior Vice President ISC pada akhir Maret 2009 oleh Dirut Pertamina, maka pada 2 April 2009 Rusnaedy selaku SVP ISC baru telah membuat surat ke NOC Libya untuk membatalkan kontrak dengan alasan perspektif ekonomi dari dokumen yang sudah terlanjur ditandatangani oleh Sudirman Said pada 9 Maret 2009 di Hotel Hilton Park Lane London," jelasnya.

Yang Yusri ketahui, berdasarkan "nota rahasia " Kepala Divisi Perencanaan dan Ekonomi Kilang kepada Direktur Pengolahan tanggal 19 Oktober 2006 telah terjadi perbedaan kesimpulan dengan nota Kepala Dinas Perencanaan dan Pengadaan Direktorat Pengolahan. Anehnya, pada akhir pemeriksaan 24 Desember 2008, Tim BPKRI yang meminta bukti surat tersebut mendapat jawaban bahwa semua data tersebut tidak dapat diberikan pihak Pertamina dengan alasan dokumentasi yang ada dalam komputer terkena virus.

Fungsi ISC terbentuk pada 27 September 2008 dengan peran Dirut Pertamina, Arie Soemarno; Senior Vice President, Sudirman Said; dan Vice President Daniel Purba. Seiring proses audit BPK RI bisa diatasi dan struktur ISC Pertamina sudah berjalan, maka perburuan minyak Sarir dimulai lagi. Kemudian muncul surat dari Petral yang diteken Jhon Soenarmo bernomor P/P-025/12/08 tgl 17 Desember 2008 yang ditujukan kepada Sudirman Said. Isinya memberitahukan bahwa Petral sudah mendapat kapal dengan jadwal tanggal 6-10 Januari 2009 untuk mengangkut minyak Sarir sebanyak 1.000.000 barel tujuan kilang Balikpapan dan aktivitas itu berlangsung sampai dengan Febuari 2009 . Perburuan minyak Sarir sempat terhenti sejenak ketika posisi Direktur Utama Pertamina diambil alih Karen Agustiawan dari Arie Soemarno pada 5 Februari 2009.

Yusri katakan, kalau membaca lengkap seluruh testimoni Sudirman Said di majalah Tempo edisi hari ini (3/10), bisa jadi terkuaknya kasus oplosan minyak Sarir dan Mesla yang terbalik persentase campurannya adalah penyebab Sudirman Said terlempar dari "kursi panas" Menteri ESDM.

"Ini hasil pertarungan antara klan Arie Soemarno dengan klan Mohamad Reza Khalid, seperti yang pernah diucapkan oleh angota DPR, Effendi Simbolon. Kalau begini ceritanya, maka akhirnya publik akan terus menyaksikan Pertamina akan menjadi medan tempur antara dua klan Reza Khalid lawan Arie Soemarno, seperti pertandingan minyak Zatapi Vs Zatipu," tutupnya. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya