Berita

Basuki Purnama/net

Politik

Para Birokrat Buka-bukaan, Bikin Organisasi Lawan Ahok

SENIN, 03 OKTOBER 2016 | 13:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Usaha Basuki Purnama (Ahok) menduduki kembali kursi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tidak hanya mendapat tantangan dari dua pasangan calon kompetitornya di Pilkada 2017, tetapi juga dari dalam tubuh birokrasi Pemprov Jakarta.

Bahkan, para birokrat Jakarta tidak lagi sembunyi-sembunyi melakukan penolakannya terhadap sang gubernur. Tak lama lagi, lembaga yang bernama Fobiak Ahok (Forum Birokrat Korban Ahok ) akan dideklarasikan. Mereka yang mempelopori pembentukan lembaga ini adalah para pegawai negeri sipil pemerintah Jakarta yang menjadi korban perilaku serta kebijakan selama Ahok menjabat Gubernur.

Hal ini dikatakan oleh koordinator gerakan tersebut, Junaedi Nur, dalam keterangan tertulisnya (Senin, 3/10).


"Kebijakan Ahok selalu mengutamakan pencitraan. Seolah-olah ada ketegasan terhadap para birokrat yang telah mengabdi puluhan tahun di Pemprov DKI, itu untuk menutup ketidakmampuan Ahok mengelola pemerintahan," kata Junaedi Nur kepada media massa.

Menurut dia, banyak kepentingan Ahok yang menguntungkan pihak lain. Masalahnya, ketika ada persoalan di kemudian hari dari kebijakan yang menguntungkan pihak lain tersebut maka para birokrat bakal dikambinghitamkan.

"Para birokrat yang disalahkan, bahkan didorong untuk dipidanakan, padahal mereka menjalankan perintah atasan semata karena ketaatan mereka pada pimpinan tertinggi," ungkap Junaedi.

Menurut dia, ketidakmampuan Ahok dalam mengelola pemerintahan serta mengeluarkan kebijakan yang tanpa perencanaan sangat rentan digugat di kemudian hari. Buktinya adalah kasus RS Sumber Waras, kasus pembelian tanah Cengkareng, kasus penggusuran di Jakarta Utara, serta pembebasahan lahan makam.

"Dari semua itu yang dikorbankan adalah bawahan, yang lebih parahnya kadang mereka dituduh melakukan kesalahan yang sudah diopinikan di media, yang tidak pernah mereka lakukan. Mereka mendapat tekanan mental baik dari lingkungan kerja bahkan dari lingkungan keluarga," jelasnya.

Ia akui selama ini para birokrat tidak berani melawan. Beberapa pejabat yang berani mengajukan pengunduran diri dan menyampaikan keberatan secara terbuka, akan di-bully Ahok dengan segala dukungan media massa yang pro kepadanya.

"Ada kesalahan dalam pengelolaan pemerintahan yang telah jauh keluar dari etika birokrasi yang diatur UU maupun PP," tegasnya.

"Kami sadari perjuangan ini akan membawa efek bagi karir kami, namun pengorbanan ini tidak akan sia-sia. Waktu akan membuktikan, fakta akan bicara. Kami akan terus mengadvokasi para birokrat yang karirnya dirugikan serta terzalimi," pungkas Junaedi Nur. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya