Berita

Foto/Net

Politik

Airbus-Indonesia Jalin Kemitraan Program Penerbangan Ramah Lingkungan

SENIN, 03 OKTOBER 2016 | 10:02 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Airbus dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meluncurkan sebuah kemitraan jangka panjang untuk mengurangi dampak industri penerbangan terhadap lingkungan. Perjanjian ini ditandatangani pada ICAO World Aviation Forum on Aviation Partnerships for Sustainable Development di Montreal, Kanada.

Program ini meliputi penawaran layanan dan keahlian khusus dari Airbus untuk membantu mewujudkan penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan strategi empat pilar industri yang mencakup teknologi (termasuk di dalamnya bahan bakar ramah lingkungan), efisiensi operasional, peningkatan infrastruktur dan "Market Based Measures", kemitraan jangka panjang ini akan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi pesawat generasi terbaru Airbus, serta kinerja operasional yang telah dioptimalisasi, untuk memangkas penggunaan bahan bakar dan tingkat kebisingan.


Kemitraan ini juga dapat mendatangkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang-bidang seperti inventarisasi dan sistem pemantauan data emisi sebagai persiapan dalam mengimplementasi ICAO Global Market Based Measure.

Diluncurkan pada tahun 2015, program "Sustainable Aviation Engagement" Airbus merupakan salah satu wadah Airbus untuk memprakarsai maupun berbagi praktik-praktik terbaik ramah lingkungan dan peningkatan performa operasional bersama maskapai-maskapai dari berbagai penjuru dunia.

"Kami sangat senang dapat melihat program Sustainable Aviation Engagement mulai berjalan dengan partisipasi dari maskapai-maskapai terdepan di dunia," kata Airbus Head of Environment, Jean-Luc Tauipiac dalam keterangan resminya, Senin (3/10).

"Dengan bekerja bersama pelanggan kami dan membangun kemitraan jangka panjang, kami dapat menawarkan solusi khusus dan keahlian Airbus untuk membantu mereka memenuhi komitmen lingkungannya. Manfaat kemitraan ini akan terasa dengan kombinasi dari teknologi pesawat tercanggih, operasional pesawat terbaik, pengaturan lalu lintas udara yang telah dioptimalisasi, serta bahan bakar pesawat yang ramah lingkungan. Semua ini dapat meminimalisir dampak industri pada lingkungan," ujar Jean-Luc Tauipiac menambahkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Suprasetyo mengatakan, Indonesia berkomitmen mengurangi dampak lingkungan industri penerbangan dan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek pertumbuhannya. Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis.

"Kami pun menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan Airbus dalam mendemonstrasikan perubahan signifikan yang dihadirkan oleh performa lingkungan pesawat generasi terbaru, dengan tingkat emisi karbon dan kebisingan yang jauh lebih rendah. Pelajaran yang dapat kami ambil dari kolaborasi seperti ini akan menjadi landasan peningkatan kapasitas di masa depan untuk berkontribusi dalam pengurangan dampak lingkungan industri penerbangan, khususnya dengan terus bertumbuhnya permintaan akan transportasi udara di Indonesia," sebut Suprasetyo. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya