Berita

Politik

Anak Agung Laksono Ingkatkan Novanto Fokus Pimpin Golkar

MINGGU, 02 OKTOBER 2016 | 15:47 WIB | LAPORAN:

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Dave Laksono, mengharapkan Setya Novanto fokus memimpin dan membenahi partai berlambang beringin tersebut dibandingkan mengincar kursi DPR RI yang ditinggalkannya.

Menurut Dave, waktu kerja Partai Golkar untuk melakukan konsolidasi pemenangan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 mendatang tinggal 2,5 tahun lagi.

Hal tersebut merupakan tugas dan tangungjawab yang sangat berat bagi Novanto selaku Ketua Umum.


"Saya harapkan Pak Nov bisa bekerja full untuk menaikkan dan memenangkan Partai Golkar di pilkada-pilkada, pileg dan pilpres," ujar Dave saat dihubungi, Minggu (2/10).

Meski demikian, Dave mengaku akan tetap menghormati keputusan yang diambil oleh Novanto untuk tetap ingin merubut kursi DPR RI yang ditinggalkan lantaran tersandung perkara pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam negosiasi saham Freeport (kasus Papa Minta Saham).

"Saya sebagai kader Golkar pasti akan mendukung full apapun sikap yang beliau putuskan. Akan tetapi saya hanya melihat bahwa Pak Nov ini memiliki tugas yang amat berat. Beliau, sekarang telah mendapatkan mandat yang luar biasa untuk memimpin Partai Golkar," ujar anak Agung Laksono ini.

Wacana dikembalikannya posisi Novanto menjadi ketua DPR mencuat setelah Majelis Kehormatan Dewan memulihkan nama baik, harkat dan martabat Novanto dalam kasus "papa minta saham".

Keputusan itu diambil karena alat bukti rekaman elektronik yang digunakan Sudirman Said, Menteri ESDM saat itu, tidak sah secara hukum. Hal itu berdasar pada dikabulkannya uji materi yang diajukan Setya Novanto terkait UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan UU20/2001 tentang Perubahan Atas UU 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) oleh Mahkamah Konstitusi (MK). [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya