Berita

Ruhut Sitompul

Politik

Tak Pernah Lagi Hadiri Kegiatan Demokrat, Alasan Memecat Ruhut Semakin Kuat

MINGGU, 02 OKTOBER 2016 | 13:13 WIB | LAPORAN:

Sikap politik Ruhut Sitompul yang tak mendukung calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung Partai Demokrat bersama koalisi membuatnya terancam ditendang.

Apalagi, politikus Demokrat sudah tidak pernah lagi nongol dalam kegiatan partai.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Roy Suryo di sela-sela berolahraga pagi bersama SBY di Jakarta, Minggu (2/10).


Pemeran "Poltak Raja Minyak dari Medan" dalam sinetron Gerhana itu pun sudah sebulan tidak pernah hadir di acara DPP Partai Demokrat maupun di rumah ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

"Jadi sebenarnya, secara de facto, temen-temen itu sudah nggak nganggep (Ruhut) lagi. Jadi kalau pun dia masih di mana-mana, tapi sebenarnya dia sudah nggak kelihatan lagi di Kantor DPP, apalagi Cikeas," ujar Roy.

"Jadi tidak bisa lagi sekarang membawa nama Partai Demokrat," sambung dia.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu juga menuturkan, saat ini Komite Pengawas (Komwas) Partai Demokrat tengah memproses pelanggaran yang dilakukan Ruhut. Namun dirinya belum dapat memastikan apakah Ruhut bakal dipecat dari keanggotaannya di Partai Demokrat.

Roy sendiri juga tak mengetahui alasan pasti kenapa Ruhut mangkir dari sejumlah acara Partai Demokrat sejak sebulan terakhir.

"Kami partai taat azas, kami mengikuti apa yang jadi rekomendasi Komwas. Yang jelas, kami sekarang fokus untuk Indonesia ke depan, dan Jakarta ke depan," tegasnya.

Saat disinggung soal sikap partai apakah berlaku juga buat kader lain yang membelot, Roy mengamini. Diketahui, kader Partai Demokrat lainnya yakni Hayono Isman juga berbeda sikap dengan partainya.

"Iya, termasuk kader-kader lainnya," ujar Roy singkat.

Ruhut dan Hayono sebelumnya sudah menyatakan keduanya akan tetap mendukung Basuki T. Purnama pada Pilgub DKI Februari 2017 mendatang. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya