Berita

Basuki "Ahok" Purnama (tengah)/net

Politik

Sebaiknya Ahok Tidak Ikut Campur Ajaran Agama Orang Lain

SABTU, 01 OKTOBER 2016 | 09:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Umum Persatuan Tionghoa Indonesia Raya (Petir), Budi Prawiro, mengecam pernyataan calon petahana dalam Pilgub DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok yang menyinggung ajaran Al Quran dari Surat Al-Maidah 51.

"Pernyataan itu sangat tidak etis, tidak pantas dan bisa menimbulkan konflik SARA (suku, agama, ras dan antar golongan)," ujar tokoh Tionghoa itu kepada pers, Jumat malam (30/9).

Menurut dia, sebagai orang yang tidak menganut agama Islam, Ahok tidak boleh mengomentari ajaran dalam Al Quran.


"Itu namanya menista agama Islam. Sama seperti kalau orang Islam mengeritik ajaran Kristen atau kitab Injil, pasti orang-orang yang beragama Kristen juga akan tersinggung," ujar Budi, dikutip dari RMOL Jakarta.

Pernyataan Ahok yang meminta para calon dan umat Islam tidak menggunakan surat Al-Maidah ayat 51 untuk kampanye Pilkada dianggapnya sebagai pernyataan yang sangat provokatif.

"Itu pernyataan berbahaya sekali. Dan bisa memicu timbulnya konflik SARA di masyarakat, terutama di DKI Jakarta," kata Budi yang juga anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Ditegaskannya, Ahok bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajar tentang agama. Budi Prawiro juga mengimbau Ahok menghormati ajaran agama Islam.

"Ahok jangan mencampuri ajaran atau akidah agama orang lain. Kalau mencampuri akan dianggap kegiatan SARA. Cobalah belajar menegakkan  prinsip agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu," tutup Budi Prawiro. [ald]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya