Berita

Foto: Net

Bisnis

Jangan Sampai Harga Solar Naik

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016 | 18:52 WIB | LAPORAN:

Pemerintah berencana mengevaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar subsidi sesuai dengan Permen ESDM 39/2015.

Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menghitung, berdasarkan Permen ESDM tersebut, maka MOPS plus Alpha untuk premium di wilayah Jawa Madura, Bali (Jamali) dengan 51 dolar AS per barel dan kurs Rp 13.100 akan berada di kisaran harga Rp 6.400 per liter, sedangkan Non Jamali di angka Rp 6.150.

"Harga premium RON 88 bisa saja diturunkan sebesar Rp 300 per liternya," kata Mamit.


Sedangkan untuk solar, perhitungan MOPS 54 dolar AS per barel dan kurs Rp 13.100 HIP adalah Rp 6.250. Namun jika pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 500 sesuai dengan hasil rapat APBN-P 2016 maka harga jual ke masyarakat adalah Rp 5.750. Harga tersebut sudah termasuk PPn 10 persen, PPBKB 5 persen dan juga iuran BPH Migas 0,3 persen dari harga dasar. Ini berarti harga solar seharusnya mengalami kenaikan sebesar Rp 600 per liter.

"Yang jadi permasalahaan adalah untuk solar penggunaan terbesar adalah sektor transportasi di mana jika ada kenaikan harga solar maka secara otomatis akan ada penambahan beban operasional yang berakibat terjadinya kenaikan ongkos angkut," ujarnya.

Kenaikan solar jelas akan menyebabkan harga kebutuhan bahan pokok akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Belum lagi harga barang-barang lain, termasuk ongkos transportasi umum.

"Jelas, hal ini akan menambah beban hidup masyarakat kecil di tengah situasi ekonomi kita yang terus menurun," tegasnya.

Dampaknya inflasi yang cukup tinggi dan jumlah rakyat tidak mampu semakin meningkat.

Menurutnya memang seharusnya premium mengalami penurunan harga sebesar Rp 300 per liter, tetapi hal itu tidak akan berdampak terhadap penurunan harga barang dan kebutuhan pokok. Saat ini justru terjadi tren penurunan pengguna premium di mana sudah banyak yang beralih ke Pertalite dan Pertamax. Pengguna kedua produk tersebut sudah 45 persen dari total konsumsigasoline.[wid] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya