Berita

Foto/Net

Bisnis

Perlu Badan Khusus Untuk Kelola Dana Tax Amnesty Dan Repatriasi

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016 | 07:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dana tax amnesty dan repatriasi diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Demikian diungkapkan analis ekonomi dan politik dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga kepada redaksi, Jumat (30/8).

Andy mendorong pemerintah untuk serius segera mengelola tax amnesty dan dana repatriasi yang masuk, dalam bentuk investasi nasional, sehingga dapat menimbulkan rasa keadilan sosial bagi masyarakat.


"Untuk itu diperlukan suatu badan khusus untuk mengelola dana tax amnesty dan repatriasi," ucapnya.

Dana tax amnesty dan repatriasi yang masuk ke Tanah Air yang saat ini total yang dilaporkan untuk tax amnesty per September 2016 berjumlah Rp. 1.133 triliun dan dana repatriasi sejumlah Rp. 58,7 triliun.

"Badan khusus yang pertanggungjawaban langsung ke Presiden diharapkan dapat membuat cetak biru peruntukan dan perencanaan investasi dalam negeri untuk mendongkrak perekonomian rakyat melalui pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," sebut Andy.

Selain itu, tambah dia, badan pengelola tersebut melakukan fungsi pengawasan secara ketat dari tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme dari oknum yang melakukan penyelewengan. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya