Berita

Irma Suryani/Net

Kesehatan

Program Dokter Layanan Primer Bisa Hambat Realisasi Indonesia Sehat

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 20:53 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani meminta pemerintah meninjau ulang program Dokter Layanan Primer (DLP). Pasalnya, program tersebut justru akan kontra produktif dengan program Kementerian Kesehatan yaitu mewujudkan Nusantara Sehat.

Dengan program DLP, lulusan Fakultas Kedokteran tidak bisa langsung praktik. Mereka harus melanjutkan studinya lebih dulu di Fakultas Kedokteran pada kampus yang terakreditasi A”, baik negeri ataupun swasta. Masa studinya minimal dua tahun dan paling lama tiga tahun. Program ini dijalankan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi bersama Kementerian Kesehatan. Program ini dijalankan dengan mengacu UU Nomor 20/2013 tentang Pendidikan Dokter.

Inilah yang disesalkan Irma. Soalnya, saat ini Indonesia masih kekurangan banyak dokter. "Dari 9.815 Puskesmas di Indonesia, masih ada 938 yang tidak memiliki dokter umum. Rata-rata, Puskesmas tersebut berada di daerah terpencil. Akses yang sulit biasanya jadi alasan para dokter enggan praktik di sana," beber politisi Nasdem ini (Kamis, 29/9).


Selain tidak memiliki dokter umum, sebanyak 4.121 Puskesmas juga tidak memiliki dokter gigi, 255 Puskesmas tidak memiliki perawat, dan 364 Puskesmas tidak memiliki bidan. Kondisi Rumah Sakit juga hampir sama. Dari 2.184 Rumah Sakit yang ada di Indonesia, sebanyak 29 persennya tidak memiliki dokter spesialis anak dan 27 persennya tidak ada dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan dan kebidanan).

"Ada 32 persen Rumah Sakit yang tidak memiliki spesialis bedah. Kemudian, 33 persennya tanpa spesialis penyakit dalam. Ini karena 52,8 persen dokter spesialis lebih memilih praktik atau bekerja di Jakarta," papar Irma.

Dari data itu, lanjutnya, program DLP yang berdampak pada penambahan waktu kuliah jelas akan menghambat pemenuhan kebutuhan dokter di fasilitas kesehatan (faskes) satu seperti Puskesmas. Penambahan waktu kualiah inilah yang bisa menghambat target yang ingin dicapai Kementerian Kesehatan dalam program Nusantara Sehat.

Atas hal itu, Wakil Ketua Fraksi Nasdem ini meminta pemerintah mengurungkan program DLP. "Untuk memenuhi kebutuhan dokter umum pada faskes satu saja kita masih belum mampu. Jika pemerintah tetap ngotot memaksakan program Dokter Layanan Primer, berarti langkah mundur bagi  program Indonesia sehat dalam mencapai target nusantara sehat,” tandasnya.

Menurut Irma, dalam kondisi seperti sekarang, seharusnya pemerintah memperbanyak beasiswa kedokteran. Tujuannya, agar banyak lulusan SMA berkualitas masuk Fakultas Kedokteran.

Irma mengapresiasi langlah Universitas Padjadjaran yang lebih dulu membuat program beasiswa bagi mahasiswa kedokteran. Dengan langkah itu, diharapkan dapat terlahir dokter-dokter baru yang bisa ditempatkan untuk memenuhi kekurangan tadi. 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya