Berita

Zulkifli Hasan-Wiranto

Ketua MPR Ajak Berantas Terorisme Dengan Pilar Persatuan

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 13:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Terorisme menjadi ancaman serius bagi seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Bangsa ini pun terus menyatakan perang terhadap berbagai bentuk radikalisme dan terorisme.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai radikalisme, terorisme dan inteloran muncul karena benteng pertahanan dan nilai-nilai luhur keindonesiaan diabaikan, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal ini diungkapkannya saat Zulkifli dalam acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional di Hotel Radian, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/9).


Acara tersebut juga dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, perwakilan dari Polri, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra dan berbagai elemen masyarakat.

"Untuk itu saya mengajak agar nilai-nilai keindonesiaan yang luhur dijadikan budaya kehidupan dan perilaku kita sehari-hari," sambungnya.

Saat ini, lanjut Zulkifli, setelah 18 tahun reformasi, ternyata demokrasi Indonesia melahirkan kesenjangan yang tinggi. Itulah salah satu lahan subur lahirnya radikalisme, terorisme dan ancaman lain.

"Mereka yang tidak mendapatkan keadilan baik dalam konteks sosial maupun ekonomi bisa melakukan tindakan-tindakan ekstrim atau yang lazim disebut terorisme," kata Zulkifli.

"Kalau kita masih seperti ini, sedikit demi sedikit fondasi bangsa akan rapuh," pungkas menambahkan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya