Berita

Foto: Net

Bisnis

Akuisisi PGE Hanya Akan Membebani Rakyat!

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 08:46 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Jokowi-JK diminta bisa membebaskan BUMN dari cengkeraman utang luar negeri. Jika tidak, maka beban utang tersebut akan jadi tanggungan rakyat lewat pembayaran cicilan utang di APBN.

"Jangan sampai, pemerintah tersandera utang asing," ujar pengamat ekonomi energi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng di Jakarta, kemarin.

Salamuddin menjabarkan, total utang pemerintah pusat hingga Agustus 2015 tercatat mencapai Rp 3.005,51 triliun. Angka ini melonjak sampai dengan Rp 94,1 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya, yaitu Rp 2.911,41 triliun.


Sementara untuk BUMN seperti PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2017 mendatang berencana menerbitkan surat utang luar negeri atau global bond hingga 2 miliar dolar AS setara dengan Rp 26,1 triliun (kurs Rp.13.059 per dolar AS). Pembiayaan tersebut akan dipergunakan untuk mendanai proyek-proyek yang akan dikerjakan.

Rencana akuisisi terhadap PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), dicurigai menjadi alat bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero dalam menumpuk utang baru dalam rangka menambal utang-utang lama. Dengan mengakuisisi PGE, menurut Salamuddin, maka aset PLN akan turut membengkak sehingga mempermudah lembaga pemberi pinjaman dalam mengucurkan utangannya.

"Itu sebabnya, rencana akuisisi terhadap PGE harus ditolak," tegas dia.
   
Sinyalamen bahwa PLN membentuk aset demi kepentingan utang, menurut Salamuddin memang sangat kuat. Hal itu bisa dilihat, dari perkembangan aset PLN dalam setahun terakhir. Jika pada 2014 aset PLN adalah Rp 539 triliun, maka pada 2015, aset tersebut tiba-tiba meningkat menjadi Rp1.227 triliun.

"Revaluasi aset tersebut sangat tidak masuk akal dan dilakukan secara tidak transparan. Dari mana mereka bentuk aset sebanyak itu?" kata Salamuddin.

Salamuddin mengatakan, selama ini PLN dijadikan alat pemerintah yang berkuasa untuk bagi-bagi proyek dalam jumlah yang luar biasa besar, baik kepada para oligarki di sekitar kekuasaan maupun kepada pihak asing.

"Jadi rencana akuisisi PGE sama sekali tidak terkait harga dan sama sekali bukan untuk kepentingan rakyat," lanjutnya.
 
Menurut Salamuddin, pemerintah memang menjadikan PLN sebagai alat untuk menumpuk utang. Bahkan menurut Ficth Rating, lembaga pemeringkat kredit internasional, utang PLN sangat buruk  dan sangat mengkhawatirkan.

"Pada akhir 2015, utang jatuh tempo PLN mencapai Rp 24 triliun dengan bunga utang sebanyak Rp 21 triliun. Padahal, kas PLN hanya Rp 23 triliun," beber Salamuddin.

Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir dalam sebuah kesempatan di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan, penerbitan global bond akan dilakukan pada awal tahun 2017 mendatang, demi mempercepat proses lelang proyek. "Agar persiapan (proyek) bisa lebih matang," ujar Sofyan.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya