Berita

Foto/Net

Bisnis

Jokowi Ajak Sri Mulyani Sidak Ke Kantor Pajak

Pantau Layanan Tax Amnesty
KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 | 08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lompatan pendapatan dana tebusan terasa belakangan ini sejak para pengusaha kakap secara bergantian mengakses kebijakan tax amnesty. Capaian tersebut membuat pemerintah bergairah kembali mengejar target yang sebelumnya terlihat agak pesimistis.

Presiden Jokowi kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Grogol, Petam­buran, Jakarta Barat dan kantor pelayanan bersama amnesti pajak di Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dilakukan Presiden untuk melihat langsung pelayanan dan memberikan se­mangat kepada petugas pajak.

Jokowi tiba di KKP Grogol pukul 09.00 WIB. Presiden ditemani Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugeasteadi.


Dalam kunjungannya, Jokowi berbincang dengan beberapa wajib pajak. Para wajib pajak menyampaikan harapannya agar tax amnesty periode pertama diperpanjang. "Pak Jokowi tax amnesty diperpanjang dong, sebulan saja," pintanya.

Jokowi menjawab permintaan tersebut dengan menerangkan agar wajib pajak memanfaat­kan waktu sesuai aturan. "Kok mepet-mepet sih daftarnya?" kata Jokowi berbalik tanya.

Wajib pajak tidak menjawab dan hanya melempar senyum.

Selain menyapa wajib pa­jak, Jokowi berbincang dengan petugas, memberikan suntikan semangat.

Jokowi tidak lama di kantor tersebut, hanya 15 menit. Setelah itu, Presiden meluncur ke kantor layanan pajak di Ridwan Rais. Di kantor ini, yang dilakukan Presiden kurang lebih sama.

Jokowi gembira melihat banyaknya warga yang mengakses tax amnesty. Menurut­nya, hal tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak.

"Ini menurut saya sebuah momentum yang baik untuk per­pajakan kita. Momentum seperti ini harus dimanfaatkan. Oleh sebab itu, orientasi kita sekarang ini adalah membangun sebuah kepercayaan," ujar Jokowi.

Jokowi meminta, wajib pajak yang tidak sempat mengakses tax amnesty periode pertama agar ikut periode berikutnya.

Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga mengungkapkan kegembiraan­nya. "Kalau sekarang ini mung­kin tercapai Rp 80 triliun, pen­gusaha deklarasi bisa mencapai Rp 3.000 triliun, kita optimis," kata JK.

JK menilai, banyaknya masyarakat mengakses tax amnesty akan mendorong masyarakat lainnya untuk segera melaporkan kekayaannya. Menurutnya, tar­get akan tercapai karena masih ada waktu sampai Maret 2017.

Staf Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi menilai, capaian dana tebusan periode pertama Rp 80 triliun, sudah sangat baik. Capaian tersebut di atas eks­pektasi Rp 60 triliun sampai 70 triliun. "Sampai akhir periode bisa mencapai Rp 100 triliun," proyeksi Sofjan.

Layani Sampai Tengah Malam


Tingginya antusias masyarakat mengakses layanan tax amnesty periode pertama membuat petu­gas pajak harus lembur.

"Kerja sampai malam bisa sampai jam 12.00 malam. Bahkan bisa lewat dari itu," terang Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama.

Hestu mengungkapkan, pihaknya siap melayani wajib pajak yang ingin mengakses tax amnesty periode pertama. "Menjelang berakhirnya periode pertama, kami akan kerahkan semua petugas," pungkasnya.

Seperti diketahui, tax am­nesty periode pertama (Juli- September 2016). Banyak pengusaha ingin bisa mengakses tax amnesty periode pertama karena nilai tebusannya paling murah, hanya 2 persen, dan untuk repa­triasi modal 4 persen.

Sementara itu, nilai tebusan periode II (Oktober-Desember) sebesar 3 persen dan repatriasi modal 6 persen, dan periode ke III (Januari-Maret 2017) sebesar 5 persen dan repatriasi modal 10 persen. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya