Berita

Zulkifli Hasan

Zulkifli Hasan: Nilai-nilai Budaya Kunci Kemajuan Bangsa

RABU, 28 SEPTEMBER 2016 | 16:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara kunci dalam kuliah umum tema 'Membangun Sistem Politik yang Beradab dengan Landasan Empat Konsensus Kebangsaan Untuk Indonesia yang Maju dan Bermartabat' di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip), Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/9).

Hadir dalam acara itu Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama, M. Hum, Dekan FIB Undip Dr. Redyanto Noor, M. Hum serta civitas akademikia Undip.

Zulkifli mengungkapkan saat ini nilai-nilai keindonesiaan mulai memudar, sehingga tercipta kesenjangan sosial yang tinggi.


"Demokrasi politik harus seiring sejalan dengan demokrasi ekonomi. Kalau tidak sejalan pasti tidak akan tercapai kesejahteraan bagi semuanya," ujar Zulkifli.

Ia menilai salah satu faktor penyebabnya lantaran terjadi 'perselingkuhan' dalam kehidupan demokrasi. Dimana, kedaulatan rakyat ditukar dengan materi untuk memperoleh kekuasaan.

"Inilah yang melahirkan kesenjangan yang harus kita luruskan," sambung Zulkifli.

Kondisi seperti ini, lanjut Zulkifli, dapat diubah oleh generasi penerus bangsa yang memiliki cita-cita mulia. Tentu saja harus sejalan dengan empat konsensus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Bangsa itu akan maju apabila berdaulat. Kalau kita mau maju, empat dasar konsensus inilah yang harus dijalankan. Sehebat apapun ilmu dan teknologi, yang menentukan bangsa ini akan besar dan maju adalah budaya. Jadi bangsa Indonesia akan maju atau tidak, terpulang kepada budaya masyarakatnya," tutupnya. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya