Berita

Foto/Net

Bisnis

Tujuh Menteri Keroyokan Susun Program Dongkrak Produksi Pangan

RABU, 28 SEPTEMBER 2016 | 09:28 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah terus putar otak untuk mendongkrak hasil produksi pangan. Kemarin, tujuh menteri menggelar rapat koordinasi (rakor) menyusun program untuk mencapai target tersebut. Rakor digelar di Kan­tor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta.

Para menteri itu, yakni Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimul­jono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Na­sional Sofyan Djalil.

Rakor digelar selama dua jam. Rakor ini belum menghasilkan keputusan. Namun, sudah ada sejumlah ide yang akan dima­tangkan.


Menteri PUPR Basuki Hadi­moeljono mengungkapkan, ra­kor baru sebatas menyelaraskan gagasan-gagasan dari masing-masing kementerian.

"Kita kumpul untuk brain­storming (sampaikan ide). Nanti dua minggu lagi akan rapat. Hasil dari brainstorming kita kerjakan, dua minggu balik ke sini dibahas lagi," ungkap Basuki.

Basuki menegakan, pihaknya berkomitmen mendukung perta­nian dari sisi pembangunan iri­gasi-nya. Dia bilang, luas irigasi di Indonesia mencapai 7,3 juta hektare (Ha) dari total 9,1 juta Ha. Ini terdiri dari irigasi tahan air, embung, dan bendungan. Sementara sisanya merupakan jenis pengairan lain, misalnya rawa, tambak, dan lainnya.

"Dari 7,3 juta Ha, hanya 54 persen irigasi yang dapat dikategorikan dengan kondisi baik. Sedangkan sisanya harus diperbaiki. Itu juga yang tadi kita bahas," ungkapnya.

Menteri Amran juga mem­berikan keterangan serupa. Dari sisi pertanian, Amran men­jelaskan, rapat baru membahas pemetaan lahan pertanian antara lain perluasan lahan pertanian dan menentukan jenis tanaman yang cocok.

Amran menjelaskan, di da­lam melakukan pengembangan pertanian, pemerintah ingin jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan potensi daerah yang menjadi lahan pertanian. Pengembangannya harus mempertimbangan kebu­dayaan masyarakat, topografi, dan tanah.

"Misalnya seperti jagung, yang cocok untuk agroclimate - nya, Sumbawa, Dompu, Bima," terang Amran.

Amran mengungkapkan, agar pengembangan pertanian efektif, ke depan tujuh kementerian akan melakukan pengalokasian pada satu program prioritas. Tujuan­nya agar antar kementerian saling menunjang satu sama lainnya.

"Jadi ke depan tidak lagi anggaran kita diecer dari Sa­bang sampai Merauke. Tapi kita berdasarkan keunggulan suatu daerah, sehingga produktivitas tinggi dengan biaya serendah mungkin," ujarnya.

Sedangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, pihaknya tengah memetakan kebutuhan dan paso­kan kebutuhan sejumlah barang kebutuhan pangan pokok.

"Dari kebutuhan itu dipeta­kan, berapa butuh lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Misalnya, jagung, berapa yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan," terangnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya