Berita

Bisnis

IPB Science Techno Park Dorong Kreativitas Dan Inovasi

RABU, 28 SEPTEMBER 2016 | 06:53 WIB | LAPORAN:

Institut Pertanian Bogor memperkenalkan IPB Science Techno Park, yakni sebuah kawasan pengembangan inovasi yang akan menjadi Science Techno Park bidang pertanian, pangan, dan biosains termaju di Indonesia.

Dalam kawasan IPB Science Techno Park tersebut dibangun Sharing Laboratory Building and Facility, Sharing Pilot Plant Area and Facility, Multi Tenant Building, Edutaiment dan Gallery Inovasi IPB, Training dan Meeting Center, Research Center, Guest House dan Restaurant, Park Management, Ruang Terbuka Hijau, Parking Area, serta fasilitas pendukung lainnya.

Direktur IPB Science Techno Park Meika Syahbana Rusli menjelaskan, IPB Science Techno Park merupakan area terpadu yang digunakan untuk pengembangan dan komersialisasi hasil inovasi produk dan jasa bidang pertanian tropis, pangan, serta biosains yang didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang baik dan peraturan yang kondusif.


"Ke depan IPB Science Tekno Park diharapkan menjadi Science Techno Park paling produktif dan terkemuka di bidang pertanian tropis, pangan, dan biosains di Asia Tenggara," ungkap Meika dalam rilisnya.

Guna memenuhi hal itu, sambungnya, IPB Science Techno Park menyelenggarakan berbagai program di antaranya penyediaan layanan fasilitas laboratorium dan pilot plant, serta jasa analisis bagi riset komersial dan pengembangan produk.

Selain itu, menyelengarakan inkubasi bagi start-up bisnis berbasis science dan technology.  Program lainnya melakukukan interfacing antara inovator dengan kalangan industri dalam komersialisasi hasil inovasi.

"Lebih penting lagi dilakukan yaitu interfacing antara inovator dan kalangan industri dalam komersialisasi hasil inovasi, dan  juga menyediakan layanan pengembangan SDM dan solusi bisnis di bidang pertanian tropis, pangan, dan biosains," ungkap Meika.

Menurutnya, IPB Science Techno Park akan berperan memfasilitasi tumbuhnya kreativitas dan inovasi yang bernilai tambah dari stakeholder, terutama kelompok akademik dan kelompok bisnis.

Keberadaan IPB Science Techno Park ini diproyeksikan akan memberikan keuntungan ekonomi, berupa peningkatan nilai tambah produk dan penciptaan lapangan pekerjaan, keuntungan sosial, berupa tersedianya wahana edutainment bagi masyarakat, serta  lingkungan, berupa menambah lahan hijau dan ruang terbuka serta atmosfer yang baik.

"IPB Science Techno Park ini merupakan tempat untuk melanjutkan fase penelitian, sehingga hasil inovasi dapat diimplementasikan sebagai produk yang bisa ditawarkan dan dijual kepada masyarakat. Ratusan hasil penelitian IPB dan inovasinya dapat ditemui di IPB Science Techno Park,” tutur Meika.

Produk unggulan di IPB Science Techno Park di antaranya Benih Padi IPB 3S yang berpotensi memberikan hasilkan 11 ton per hektare, Pepaya Calina yang kini menjadi favorit masyarakat, Beras analog untuk penderita diabetes, Katulac pakan tambahan untuk sapi perah, Fastrex transporter di lahan perkebunan dan kehutanan, Mie Jagung, Sormeal sereal sehat berbahan sorgum, Sasumuzi, Inventpro enzim rekombinan reverse transcriptase, serta Rapid Test Flu Burung berupa test kit untuk mendeteksi flu burung secara cepat.

IPB Science Techno Park didirikan di kawasan eks-Kampus Fakultas Kedokteran Hewan IPB di Taman Kencana Bogor dengan total area seluas 3,46 Ha. Pengembangan tahap pertamanya dilakukan hingga 2019 mendatang.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya