Berita

Rachmawati Soekarnoputri

Politik

Usut Pemilik Rekening Gendut, Bukan Dorong Ikut Tax Amnesty

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 | 20:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepala Badan Reserse Kriminal Komjen Ari Dono Sukmanto mengikuti program tax amnesty atau pengampunan pajak. Dia juga mendorong para perwira menengah berpangkat Kompol ke atas yang bergaji Rp 4 juta/bulan untuk ikut program ini.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rachmawati Soekarnoputri, heran melihat kebijakan Kabareskrim tersebut. Dia menilai Polri telah menerapkan standar ganda.

"Kabareskrim menganjurkan agar polisi yang memiliki 'rekening gendut' untuk ikut program Tax Amnesty. Lho wong tugas penegak hukum mencari tahu asal muasal uang jadi rekening gendut dari mana, kok malah disuruh menghilangkan jejak ikut pengampunan," ungkapnya malam ini (Selasa, 27/9).


"Apa bedanya dengan para koruptor pengemplang pajak obligor hitam BLBI. Penegak hukum harusnya mengusut rekening gendut kok malah dilindungi," sambung Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno ini.

Dia khawatir, ke depan para koruptor atau kejahatan lainnya enak saja ikut pengampunan pajak.

"Jadi betul dong kasus Budi Gunawan akan melahirkan BG-BG Lain. Sudah tersangka malah dilindungi dan dijadikan Kepala BIN pula. Inilah potret Bhayangkara negara yang coreng-moreng akibat intervensi penguasa. Jadi bagaimana mau menegakkan hukum? Naudzu bilahi min dzalik," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya