Berita

IPB Science Techno Park/Net

Nusantara

IPB Science Techno Park Diharapkan Terkemuka Di Asia Tenggara

SENIN, 26 SEPTEMBER 2016 | 09:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkenalkan IPB Science Techno Park. Sebuah kawasan pengembangan inovasi yang akan menjadi science-techno-park bidang pertanian, pangan dan biosains termaju di Indonesia.

Demikian disampaikan, Direktur IPB Science Techno Park,  Dr. Meika Syahbana Rusli dalam siaran pers pada hari ini, Senin (26/9).

IPB Science Techno Park merupakan area terpadu yang digunakan untuk pengembangan dan komersialisasi hasil inovasi produk dan jasa bidang pertanian tropis, pangan dan biosains yang didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang baik serta peraturan yang kondusif.  


"Ke depannya IPB Science Tekno Park diharapkan menjadi Science Techno Park paling produktif dan terkemuka di bidang pertanian tropis, pangan dan biosains di Asia Tenggara," ungkap Meika.

Untuk memenuhi hal tersebut, IPB Science Techno Park menyelenggarakan berbagai program diantaranya penyediaan layanan fasilitas laboratorium dan pilot plant serta jasa analisis bagi riset komersial dan pengembangan produk. Selain itu juga menyelengarakan inkubasi bagi start-up bisnis berbasis science dan technology. Program lainnya melakukukan interfacing antara inovator dengan kalangan industri dalam komersialisasi hasil inovasi. Dan yang lebih penting lagi dilakukan yaitu interfacing antara inovator dengan kalangan industri dalam komersialisasi hasil inovasi, dan  juga menyediakan layanan pengembangan SDM dan solusi bisnis di bidang pertanian tropis, pangan, dan biosains

Dalam kawasan IPB Science Techno Park tersebut dibangun Sharing Laboratory Building and Facility, Sharing Pilot Plant Area and Facility, Multi Tenant Building, Edutaiment dan Gallery Inovasi IPB, Training dan Meeting Center, Research Center, Guest House dan Restaurant, Park Management , Ruang Terbuka Hijau, Parking Area serta fasilitas pendukung lainnya.

"IPB Science Techno Park akan berperan memfasilitasi tumbuhnya kreativitas dan inovasi yang bernilai tambah dari stakeholder utamanya yang terdiri atas Kelompok Akademik dan Kelompok Bisnis," ungkap Meika.

Sementara itu, keberadaan IPB Science Techno Park ini diproyeksikan akan memberikan keuntungan ekonomi, berupa peningkatan nilai tambah produk dan penciptaan lapangan pekerjaan; keuntungan sosial, berupa tersedianya wahana edutainment bagi masyarakat; serta lingkungan, berupa menambah lahan hijau dan ruang terbuka serta atmosfer yang baik.

"Jadi IPB Science Techno Park ini merupakan tempat untuk melanjutkan fase penelitian sehingga hasil inovasi dapat diimplementasikan sebagai produk yang bisa ditawarkan dan dijual kepada masyarakat. Ratusan hasil penelitian IPB dan inovasinya dapat ditemui di IPB Science Techno Park," tutur Meika.

Produk unggulan di IPB Science Techno Park diantaranya Benih Padi IPB 3S yang berpotensi memberikan hasilkan 11 ton/ha, Pepaya Calina yang kini menjadi favorit masyarakat, Beras analog untuk penderita diabetes, Katulac pakan tambahan untuk sapi perah, Fastrex transporter di lahan perkebunan dan kehutanan, Mie Jagung, Sormeal sereal sehat berbahan sorgum, Sasumuzi, Inventpro enzim rekombinan reverse transcriptase, serta Rapid Test Flu Burung berupa test kit untuk mendeteksi flu burung secara cepat.

IPB Science Techno Park didirikan di kawasan eks-Kampus Fakultas Kedokteran Hewan IPB di Taman Kencana Bogor dengan total area seluas 3.46 Ha. Pengembangan tahap pertamanya dilakukan hingga tahun 2019 mendatang.

Guna mengenalkan produk hasil inovasi yang siap dikomersialisasikan, IPB Science Techno Park akan menggelar Open House & Innovation Expo, di daerah Taman Kencana Kota Bogor pada 27-28 September 2016.

"Pada open house kali ini, kami akan mengundang pihak industri dan swasta untuk memperlihatkan adanya peluang bisnis dari produk jadi yang dikembangkan oleh IPB. Tentu selain itu, open house terbuka juga bagi semua pihak yang ingin mengenal produk-produk inovasi IPB dan ingin bekerjasama mengembangkannya," tutur Meika Syahbana Rusli. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya