Berita

Anies-Sandiaga

Politik

PILKADA DKI 2017

Mudah Digoda Kekuasaan, Anies Baswedan Bukan Sosok Berkarakter

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016 | 19:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Godaan untuk berkuasa dalam negara demokrasi sangat besar. Saking besarnya godaan itu sampai membuat sosok seperti Anies Baswedan tidak berdaya menolak maju sebagai calon gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Begitu dikatakan pengamat politik Sebastian Salang di sela diskusi 'Siapa Tangguh di Jakarta? Adu Program, Visi dan Tanpa SARA' di Menteng East, Jalan Agus Salim, Jakarta (Minggu, 25/9).

"Mungkin Anies bilang mau melayani rakyat Jakarta. Tapi di sisi lain publik akan mengatakan semuanya mau nih si Anies," ungkapnya.


Pernyataan Sebastian terkait dengan sikap politik Anies yang kerap berubah pada setiap kesempatan. Anies sebelum berada di pemerintahan sempat mengikuti kontestasi konvensi calon presiden Partai Demokrat. Saat proses itu gagal, Anies kemudian merapat ke Joko Widodo (Jokowi).

"Dia gabung Jokowi dan langsung jadi tim inti, kemudian jadi menteri. Begitu diberhentikan oleh Jokowi, dia merapat ke Prabowo dan langsung dicalonkan. Dulu dia memaki Prabowo, eh sekarang mau diusung oleh Prabowo. Baru diberhentikan Jokowi, eh sudah dekati lawan politik Jokowi," jelasnya.

Dia memastikan bahwa pergerakan politik Anies juga akan menjadi titik lemah di mata masyarakat, utamanya kalangan muda. Godaan kekuasaan membuat karakter mantan rektor Universitas Paramadina itu mulai memudar.

"Ini bisa melunturkan kepercayaan anak muda. Karena ternyata sosok yang diidolakan bisa ke sana kemari demi kekuasaan. Mereka akan bilang ternyata Anies bukan sosok pemimpin yang punya karakter," tandas Sebastian yang juga koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya