Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Menegakkan Keadilan Bagi Bukit Duri

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016 | 09:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM mengikuti kisah perjuangan warga Bukit Duri mempertahankan sisa-sisa harkat, martabat serta hak asasi mereka sebagai manusia dan rakyat Indonesia, saya memperoleh kesempatan untuk mempelajari makna kehidupan dari sudut pandang  wong cilik.

Ternyata latar belakang adegan perjalanan wong cilik  di panggung kehidupan , senantiasa dihiasi dengan dekor bersuasana harapan namun sekaligus juga kekecewaan secara silih berganti.

Ada saatnya suasana cerah penuh harapan namun ada pula saatnya suasana berubah menjadi gelap penuh kekecewaan, dan sebaliknya secara silih berganti. Misalnya langit di atas Bukit Duri sedang cerah akibat Pemkot Jaksel tidak kunjung melayangkan SP-3 yang berarti pemerintah berbelas kasihan terhadap rakyat, mendadak langit berubah menjadi gelap-gulita dirundung awan hitam akibat mendadak sontak Pemkot Jaksel melayangkan SP-3 yang berarti dalam hitungan hari para petugas penggusur didampingi Satpol-PP akan melaksanakan penggusuran secara paksa terhadap Bukit Duri meski masih dalam proses hukum.


Namun secara mendadak sontak juga suasana berubah menjadi terang-benderang sebab awan kelabu di langit Bukti Duri lenyap terhembus berita bahagia yang pada malam hari Kamis 22 September 2016 disebarluaskan oleh media bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan akan membeli rumah warga Bukit Duri yang memiliki sertifikat kepemilikan rumah secara resmi. Pembelian itu, kata Ahok, untuk melancarkan proses penertiban permukiman yang berdiri di atas bantaran Sungai Ciliwung.

Di masa kini wabah berita bohong sedang merajalela melanda persada Nusantara, maka saya tidak tahu tentang bohong-tidaknya berita tentang Gubernur Jakarta akan membeli ruma warga Bukit Duri yang memiliki sertifikat kepemilikan rumah secara resmi. Apabila berita tersebut bukan berita bohong maka meski saya bukan warga Bukit Duri namun saya dapat ikut merasakan secercah harapan yang menyelinap di lubuk sanubari warga Bukit Duri bahwa mereka yang tidak memiliki apapun kecuali harga diri itu akhirnya akan memperoleh perlakuan dari pihak pemerintah sesuai asas kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Warga Bukit Duri yang sebenarnya sudah putus-harapan itu tidak mengharapkan apa pun kecuali keadilan. Jika warga Kemang yang digusur atas nama normalisasi sungai memperoleh gantirugi secara layak maka adalah adil apabila warga Bukit Duri yang akan digusur atas nama normalisasi sungai juga memperoleh gantirugi secara layak. Kebetulan pada pagi hari Kamis 22 September 2016 saya juga menulis dan mengirimkan ke kantor Gubernur Jakarta sepucuk surat permohonan kepada yang terhormat Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnawa dengan tembusan kepada yang terhormat Presiden Jokowi, demi memohon perkenan Gubernur Jakarta mengimbau Pemkot Jaksel agar berkenan menunda penggusuran Bukit Duri selama masih dalam proses hukum.

Maka dalam kesempatan berharga ini dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk dari lubuk sanubari terdalam menyampaikan ucapan terima kasih serta penghormatan dan penghargaan kepada Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang telah berkenan menegakkan keadilan bagi warga Bukit Duri.[***]


Penulis adalah pembelajar perjuangan hidup  wong cilik


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya