Berita

Foto: Net

Politik

Seperti SBY Dan Jokowi, Parpol Tentukan Calon Di Menit Terakhir

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016 | 19:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Segala kemungkinan sangat dinamis terjadi dalam politik.

Termasuk dukungan partai politik kepada pasangan calon di Pilgub DKI 2017 yang hingga saat ini masih dinamis hingga pendaftaran calon ditutup 23 September nanti.

Begitu jawab kandidat gubernur DKI Jakarta Rizal Ramli saat ditanya mengenai jumlah dukungan partai politik yang bersedia menjadi kendaraannya di Pilgub DKI.


"Saya ekonom, kalau angka ekonomi bisa diperhitungkan. Kalau politik itu tidak bisa. Kalau politik begini bisa berubah di last minute," ujarnya saat menggelar evening coffee bersama awak media di Tebet Barat Dalam IV Nomor 5, Jakarta, Minggu (18/9).

Mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu mengambil contoh pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden di 2004 yang tidak diduga-duga sebelumnya. Termasuk, pencalonan Presiden Jokowi saat Pilpres 2014.

"Pak Jokowi itu di Pilpres sudah angkat koper mau balik ke Solo. Sudah otw (on the way) mau sampai Solo, eh ditelpon 'balik Jakarta lagi kamu jadi maju pilpres'," canda Rizal menganalogikan pencalonan Jokowi sebagai capres di menit terakhir pencalonan.

‎Diungkapkan begawan ekonomi itu bahwa saat ini partai-partai sedang menimang kekuatan para kandidat. Semangatnya sama, untuk mengalahkan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub. Apalagi saat ini tren survei Ahok sedang mengalami penurunan popularitas.

"Mereka nggak mau buang kartu, buang uang, dan mendapat efek negatif karena mencalonkan calon yang lemah. Makanya, saya optimis partai-partai bakal pilih calon yang bisa kalahkan petahana," sambung Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Atas alasan itu, Rizal meminta masyarakat untuk sedikit bersabar menunggu partai menentukan calon yang bakal diusung.

"Wong cuma kurang seminggu lagi, kan semakin banyak surprise semakin asyik kan," pungkasnya.[wid]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya