Berita

Ahmad Zainuddin (kiri)

Politik

Anggota MPR: Pada Periode Ini, DKI Sering Sekali Berkonflik Dengan Warga

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016 | 06:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepemimpinan di DKI Jakarta saat ini memberikan keteladanan yang buruk bagi masyarakat.

Selain kinerja yang tidak memuaskan karena rendahnya serapan anggaran serta tidak berjalannya sejumlah program prioritas seperti penuntasan kemacetan dan banjir, serta pembangunan infrastruktur, perilaku Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama acap kali mengundang kontroversi. Bahkan dia kerap berkonflik dengan warga karena kebijakannya.

"Periode ini, Pemda DKI sering sekali konflik dengan warga. Terkuaknya kasus reklamasi, membuka mata kita kalau ternyata penggusuran-penggusuran rakyat kecil itu selama ini untuk kepentingan pengusaha besar, bukan semata rehabilitasi jalur hijau, normalisasi sungai ataupun reklamasi laut. Pemerintah sekarang represif. Kita perlu pemimpin tegas, tapi santun merakyat," ujar anggota anggota Komisi IX DPR, Ahmad Zainuddin pagi ini (Jumat, 16/9).


Di samping itu, banyak juga kebijakan Ahok lainnya yang dikeluhkan warga. Dia mencontohkan, mengutip keluhan warga soal adanya kebijakan Pemprov DKI melarang sekolah-sekolah melatih siswanya berinfak, berkurban, dan mewajibkan jilbab bagi siswi.

"Pemda yang melarang sekolah agar anak didiknya berinfak atau berkurban, mempersempit ruang gerak pendidikan agama, itu bertentangan dengan Pancasila. Pancasila memberi ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk mengamalkan keyakinan agamanya sesuai sila Ketuhanan Yang Maha Esa," jelas anggota MPR RI ini.

Padahal, dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, sikap toleransi harus dikedepankan. Pelarangan hal-hal yang bersifat pengamalan keyakinan dan agama tidak sesuai dengan UUD 1945 dan dapat memicu keresahan. Sementara persatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimulai dari adanya toleransi dalam menyikapi perbedaan.

"Pemerintahan sekarang harus menjadi pelajaran bagi warga DKI, supaya ke depan memilih pemimpin yang lebih baik dalam memahami agama, santun dan berpihak pada masyarakat. Pemimpin yang baik ditunjukkan dengan hubungannya yang harmonis kepada rakyat, bukan konflik," tegas Zainuddin.

Legislator dari daerah pemilihan Jakarta Timur ini mendorong konstituennya untuk ikut berpartisipasi dalam Pilgub 2017 mendatang.  Karena saat menjalankan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jatinegara, pekan lalu, banyak warga yang bertanya soal memilih pemimpin dalam Pilgub DKI.

"Pilih pemimpin yang memahami agama dan santun. Dalam Islam, salah satu fungsi utama pemimpin adalah untuk melindungi agama. Jika pemimpinnya saja tidak paham agama, bagaimana akan melindungi," tandasnya. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya