Berita

Politik

Rizal Ramli: Warga Betawi Mesti Tiru Semangat Bung Karno Menggugat Belanda

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 13:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bakal calon gubernur Jakarta, Rizal Ramli, menjadi salah satu pembicara utama dalam pertemuan dan diskusi bertema "Jakarta Menggugat" yang dihadiri para tokoh masyarakat Betawi, di Gedung Joang, Jakarta Pusat.

Ketika diminta memberi pidato, Rizal mengawalinya dengan menjelaskan soal pidato Bung Karno yang ternama, bertajuk "Indonesia Menggugat". Pledoi itu dibacakan sang pendiri bangsa di Pengadilan kota Bandung pada tahun 1926. Isinya adalah penjelasan Bung Karno soal mengapa Indonesia harus merdeka dari penjajahan asing.

"Di pledoi ini dijelaskan bahwa Indonesia itu kaya raya, tapi sayang, rakyatnya miskin. Sementara Belanda maju pesat di Eropa pakai modal menjajah Indonesia," ujarnya.


‎Rakyat Indonesia saat itu dimiskinkan oleh Belanda. Rakyat bernasib kurang beruntung di bawah pemerintahan zalim Belanda. Mereka disebut sebagai warga kelas tiga dan tidak memiliki hak politik untuk menyuarakan kesengsaraannya.

"Sukarno melawan itu karena ingin rakyat pribumi diakui hak-hak sosialnya. Rakyat harus mendapat manfaat dari kekayaan bumi tanah air," ujar mantan Menko Maritim dan Sumber Daya itu.

Begawan ekonomi itu menegaskan, pidato bernas dari Bung Karno tersebut sangat relevan jika dikaitkan dengan kondisi sosial masyarakat asli Jakarta sekarang atau kaum Betawi. Rizal menilai warga Betawi masih dalam keadaan sulit meskipun pembangunan Jakarta berlangsung dengan megah.

"Bahkan saking congkaknya, Ahok (Gubernur Jakarta) sebut Betawi sudah habis digusur dari Jakarta," sambung mantan Kepala Bulog itu.

Garis besar kebijakan Pemprov DKI Jakarta ia sebut sebagai pemiskinan struktural. Rakyat dibikin miskin oleh pemerintah melalui kebijakan.

"Itu yang dilawan Bung Karno, sistem yang bikin miskin pribumi. Jadi ini sudah benar (tema diskusi) 'Jakarta Menggugat'. Malah seharunya 'Betawi Menggugat' karena banyak tokoh Betawi di sini," seru Rizal disambut teriakan setuju dari hadirin. [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya