Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Jelas, Pemkot Jaksel Berpihak Wong Cilik

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016 | 09:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MELALUI naskah sederhana yang dipublikasikan atas budi baik Rakyat Merdeka Online (RMOL) ini, dengan penuh kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Pemerintah Kota Jakarta Selatan yang telah berkenan menunda pelayangan SP-3 dan Surat Perintah Bongkar terhadap warga Bukit Duri, sementara majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sedang melakukan mediasi pemerintah dengan warga demi bersama menempuh jalur musyawarah-mufakat mencari solusi jalan keluar dari benang kusut perbedaan pendapat.

Kami sangat berterima kasih dan menghargai kemurahan hati belas-kasih pemerintah kota Jaksel sehingga berkenan menunda tindakan penggusuran rakyat. Kami sadar bahwa penundaan penggusuran tersebut bukan sesuatu yang mudah dilakukan bagi pemkot Jaksel, sebab penggusuran kawasan Bukit Duri merupakan bagian vital dari program pembangunan skala besar menormalisasikan sungai Ciliwung sebagai bagian dari semangat pembangunan infa struktur secara nasional yang digemakan oleh Presiden Jokowi.

Kami sangat menghargai sikap kearifan Pemkot Jaksel yang senantiasa menyadari bahwa sehebat-hebatnya sebuah program pembangunan tetaplah merupakan ciptaan manusia sementara sesahaja-sahajanya manusia tetaplah merupakan ciptaan Tuhan. Maka Pemkot Jaksel berani meletakkan kepentingan manusia di atas kepentingan pembangunan, bukan sebaliknya.


Tampaknya Pemkot Jaksel juga bukan penganut paham utilitarianisme yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan termasuk menghalalkan pengorbanan apa pun termasuk manusia demi mencapai tujuan pembangunan. Tampaknya Pemkot Jaksel lebih menganut mazhab Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati PBB sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI.

Pembangunan Berkelanjutan meyakini bahwa pembangunan dapat dilaksanakan tanpa harus mengorbankan lingkungan hidup, sosial, budaya apalagi manusia. Pengorbanan lingkungan bukan keniscayaan pembangunan. Terbukti pula Pemkot Jaksel bukan hanya menghayati asas kemanusiaan adil dan beradab, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai sekadar hafalan namun  secara nyata mengejajawantahkannya sebagai pedoman pembangunan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat rakyat.

Jelas , Pemkot Jaksel berpihak ke wong cilik.  Dengan menunda penggusuran Bukit Duri yang sebenarnya sudah resmi dijadwalkan wajib dilaksanakan setelah Idul Adha, maka terbukti bahwa Pemkot Jaksel bukan saja taat hukum namun juga taat moral dan taat budi pekerti berdasar keyakinan bahwa di atas hukum masih ada moral dan budi pekerti.  

Dalam kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Mahfud MD, DR. HS Dillon, Yayasan Kemanusiaan Buddha Tzuchi, Prof. Dr. Frans Magnis Suseno , Dr. Moeldoko Prof. Dr. Hendrawan Supratikno mewakili Fraksi PDIP di DPR, Ketua MPR, Zulkifli Hasan, Wagub Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Hukum dan HAM Dr. Yasonna H. Laoly , Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Presiden Jokowi yang telah berkenan menerima laporan kami mengenai ratapan derita rakyat yang sedang dicengkeram rasa cemas akan digusur.

Dan tentu saja, kami memanjatkan doa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Kasih yang senantiasa melimpahkan Anugerah Rahmat, Berkah dan KurniaNya kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia. AMIN.[***]


Penulis adalah Pembelajar Makna Kemanusiaan  


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya