Berita

Politik

Orang Seperti Ahok Itu Musuh Abadi Kaum Marhaen

SELASA, 13 SEPTEMBER 2016 | 13:21 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri berarti menentang ajaran bapak ideologi partainya, Soekarno, jika sampai mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada Jakarta 2017.

Marhaenisme, pro rakyat kecil adalah ciri ideologi PDIP yang dikenal luas masyarakat. Ciri ini berbanding terbalik dengan Ahok yang dikonstruksikan sebagai musuh abadi kaum marhaen. Sebab, marhaenisme menginginkan terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi rakyat keci yang meliputi kaum miskin, petani, nelayan, serta buruh/karyawan.

"Marhaenisme jelas sangat bertolak belakangan 180 derajat dengan perilaku Ahok yang tukang gusur, sangat benci raktat miskin. Ini terlihat dari kebijakan dan statementnya," tegas Sekretaris Jenderal Pro Demokrasi (Prodem), Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Selasa, 12/9).


PDIP, lanjut dia, akan gagal mengkonstruksikan nilai-nilai ideologi partai di masa mendatang karena munculnya Ahok yang jelas-jelas anti rakyat kecil, pro kapitalis, kaum neoliberal, tuan tanah, korpotokrasi, penguasa yang kongkalingkong dengan pengusaha.

"Mengutip pernyataan yang sering diucapkan Bung Karno adalah exploitation de l'homme par l'homme, penghisapan manusia oleh manusia," imbuhnya.

Ini bakal menjadi kerugian PDIP jangka pendek maupun panjang jika ngotot mendukung Ahok. Apalagi Ahok pernah menyebut orang miskin sebagai PKI. Ahok juga menuduh warga Bukit Duri tidak beriman karena buang sampah di sungai dan bilang warga Luar Batang tak perlu dikasihani.

Satyo pun mengingatkan, selama dua memimpin ibukota, Ahok tidak pernah menggunakan APBD untuk pembangunan dan pemberdayaan ekonomi rakyat kecil. Ahok juga tidak menggerakkan instrumen pemerintah untuk rekayasa ekonomi kreatif. Justru Ahok menyerahkan pembangunan kota kepada pengembang.

"Contohnya reklamasi dan revitalisasi waduk-waduk," sebut mantan aktivis mahasiswa 98 yang akrab disapa Komeng ini.[wid]

 




 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya