Berita

Sudarto/Net

Politik

Bantah Klaim Yusril, PPP Masih Jagokan Haji Lulung

SENIN, 12 SEPTEMBER 2016 | 12:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membantah klaim kandidat calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, yang menyebut partai Kabah akan menjadi kendaraannya di Pilgub DKI 2017.

Bantahan itu sebagaimana diutarakan Wakil Sekjen DPP PPP, Sudarto, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (12/9).

Menurutnya, hingga saat ini PPP masih memprioritaskan kader internal untuk diusung menjadi calon gubernur DKI. Nama figur itu adalah Abraham Lunggana alias Haji Lulung.


"Sampai saat ini, kami (PPP) masih memprioritaskan Haji Lulung. Beliau kader internal sekaligus ketua PPP Jakarta," ujar Ketua Umum Angkatan Muda Kabah itu.

Meski begitu, ia tidak menampik jika nantinya PPP akan mengusung calon dari kalangan eksternal. Ini tergantung bagaimana proses politik di DKI berjalan, mengingat PPP hanya memiliki 10 kursi di DKI.

"Kami cuma ada 10 kursi, butuh komunikasi politik dengan yang lain. Dalam hal ini, Pak Yusril masih berpeluang masuk kualifikasi PPP," tandasnya.

Sebelumnya Yusril Ihza Mahendra mengklaim telah mendapat dukungan dari tiga partai politik untuk maju di Pilgub DKI 2017. Ketiga partai itu adalah Demokrat, PKB, dan PPP.

"Ada yang menanyakan, ini Yusril ada perahunya enggak? Insya Allah ada. Demokrat, PPP, PKB," kata Yusril di Kemayoran, Sabtu (10/9). [ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya