Berita

Yusril Ihza Mahendra/ Net

Politik

Yusril: Melawan Kezaliman Ahok Hukumnya Wajib

SABTU, 10 SEPTEMBER 2016 | 19:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kandidat gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra menyebut bahwa membela rakyat yang terzalimi, terusir, dan tergusur gara-gara kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah sebuah kewajiban.

Menurutnya, tidak ada pilihan lain untuk dilakukan selain melakukan perlawanan terhadap pemimpin yang zalim.

"Bagaimana melawannya, secara politik kita kalahkan dia secara demokratis dalam Pilkada DKI 2017," ujarnya saat acara deklarasi dukungan BEM se-DKI kepada dirinya untuk maju manjadi gubernur DKI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9).


Selain itu, lanjut dia, perlawanan hukum juga dilakukan. Dia mengungkapkan bahwa selama ini di banyak tempat, tidak satupun Ahok itu menang dalam kasus.

"Saya percaya kebenaran masih bisa ditegakkan. Terakhir Gubernur Ahok dikalahkan masyarakat Bidara Cina. Kalau terus kita lakukan perlawanan, maka kita akan menang," ucapnya.

"Saya ingin mengedepankan hukum dan keadilan dalam menata DKI di masa yang akan datang. Saya ingin kampung-kampung kita tata, jangan warganya diusir," tukasnya seperti dikutip dari RMOLJakarta.

Sebelumnya, sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Relawan Garda Muda Jayakarta secara resmi mendeklarasikan diri mendukung Gubernur DKI Jakarta 2017. Relawan Garda Muda Jayakarta terdiri dari 40 BEM se-DKI Jakarta.

Kordinator Relawan Garda Muda Jayakarta Abiza menuturkan, setelah beberapa kali para mahasiswa berdiskusi dan berkumpul, mereka menilai bahwa Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok sangat tak berpihak pada kepentingan rakyat.

"Kami khawatir pemimpin saat ini kerap menindas rakyat. Penggusuran di mana-dimana, tak pro rakyat. Makanya kita bersepakat ada pemimpin baru untuk melakukan perubahan Jakarta lebih baik," kata Abiza. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya