Berita

Foto/Net

On The Spot

Rumah Tersangka Obat Kedaluarsa Paling Besar

Letaknya Di Sebuah Gang Sempit
RABU, 07 SEPTEMBER 2016 | 09:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Polda Metro Jaya menangkap M, penjual obat kedaluarsa di rumahnya, Jalan Kayu Manis Timur, Gang T, Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Di kalangan tetangga, keluarga M dikenal ramah dan cukup baik dalam bersosialisasi.
Rumah tersangka M berada di sebuah gang sempit. Gang ini lebarnya hanya dua meter. Jaraknya sekitar 25 meter dari jalan besar. Lokasinya berada di wilayah permukiman padat penduduk.

Saat disambangi, rumah dua lantai itu dalam keadaan sepi dan tertutup. Tidak tampak ada aktivitas karena semua akses tertutup. Saat coba diketok, tidak ada jawaban dari dalam.

Rumah dua lantai ini ditem­pati M bersama istri dan dua anaknya. M menempati rumah paling besar di gang tersebut. Ukurannya sekitar 10 kali 7 meter. Letaknya persis berada di hook. Rumah Nomor 25, RT 007 RW 14 ini, tampak mengkilap dibanding rumah di sekitarnya. Dindingnya berlapiskan keramik berwarna abu-abu. Di lantai dua, ada balkon bercat hijau yang persis berada di atas pintu masuk rumah.

Rumah dua lantai ini ditem­pati M bersama istri dan dua anaknya. M menempati rumah paling besar di gang tersebut. Ukurannya sekitar 10 kali 7 meter. Letaknya persis berada di hook. Rumah Nomor 25, RT 007 RW 14 ini, tampak mengkilap dibanding rumah di sekitarnya. Dindingnya berlapiskan keramik berwarna abu-abu. Di lantai dua, ada balkon bercat hijau yang persis berada di atas pintu masuk rumah.

Berada di gang sempit, aktivi­tas warga di lingkungan tersebut cukup ramai. "Tapi kalau siang, sepi," kata seorang tetangga M pada Senin (5/9).

Dia menambahkan, M dan keluarganya mengontrak di ru­mah tersebut. Para tetangga juga mengetahui, M memiliki toko obat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. "Kita tahunya dia dagang obat saja di Pasar Pramuka, tapi tidak tahu obatnya bagaimana," ujarnya.

Sukadi, Ketua RT setempat menyebut, M dan keluarganya sudah hampir empat tahun mengontrak di rumah tersebut. Selama ini, lanjutnya, tidak ada aktivitas mencurigakan terkait pekerjaan M.

"Yang kita tahu, dia dagang obat. Mengenai obatnya gima­na-gimana, kita tak ngerti," ucap pria asal Surabaya itu, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.

Kata Sukadi, M dan keluar­ganya juga selalu aktif berso­sialisasi dengan warga sekitar. Bahkan, lanjutnya, tak jarang keluarga M memberikan sum­bangan jika memang ada per­mintaan sumbangan.

"Orangnya baik, satu keluarga baik. Tidak pernah aneh-aneh. Saya juga baru tahu dia be­gitu setelah diberitahu tim dari Polda saat akan menangkap," ucapnya.

Sementara, Toko Mamar Guci milik M, di Pasar Pramuka, su­dah disegel. Toko yang berada lantai dasar pasar tersebut, disegelpihak Pasar Jaya.

Terpisah, Kepala Unit 2 Sub Direktorat Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Wahyu Nugroho mengatakan, pelaku mengaku berbisnis apotek sudah sejak tahun 2006 di Pasar Pramuka.

Sampai tahun 2014, lanjut Wahyu, pelaku masih jujur dan tak pernah menjual obat-obatan kedaluarsa. Tapi, dia menyimpan obat-obatan kedaluarsa yang tak bisa dijual lagi itu di rumahnya di kawasan Kayu Manis.

Sampai tahun 2009, dia me­nyimpan dan membuangnya secara rutin. Tapi, sejak tahun 2010, pelaku mulai merasa rugi apabila obat-obatan kedaluarsa itu dia buang begitu saja dan tak dijual. Makanya, sejak tahun 2010, dia mulai menyetok obat kedaluarsa di kontrakannya itu. Obat itu dia simpan tanpa tahu harus diapakan.

Jawabannya baru muncul awal tahun 2015. Ketika itu M menemukan cara memanipu­lasi tanggal kedaluarsa di obat-obatan kedaluarsa yang ia setok. Dia menemukan cara bahwa tiner bisa menghapus tanggal kedaluarsayang ada di kemasan obat tersebut.

Dia pun sedikit demi sedikit belajar menghapusnya, lalu menggantikannya dengan tulisan tangan yang mirip dengan tulisan di kemasan obat.

"Dia mengganti satu angka saja. Yakni, angka paling bela­kang di tahun kedaluarsa obat," terang Wahyu.

Angka itu ada yang dia ganti dengan tulisan tangan memakai spidol. Ada pula yang dia ganti dengan cara mencucukkan benda tajam tipis ke kemasan obat.

Wahyu menambahkan, praktik mengganti tanggal kedaluarsa itu dilakukan M sendiri. Para karyawannya tak pernah ia minta melakukan pekerjaan itu. "Tapi, karyawannya tahu kok praktik itu. Hanya mereka takut mela­wan, sebab bosnya yang melaku­kan itu," kata Wahyu. ***

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya